Selebtek.suara.com - Baru-baru ini jagat Twitter dihebohkan dengan berita mengenai penerima beasiswa LPDP yang enggan pulan ke Indonesia.
Perbincangan tersebut bermula dari postingan akun Twitter, @Veri*****ntur yang membagikan tangkapan layar berisi percakapan melalui pesan WhatsApp.
Dalam tangkapan layar percakapan WhatsApp yang dibagikan tersebut, berisi pesan dari seseorang dimana dirinya bercerita bahwa ada banyak penerima beasiswa LPDP luar negeri yang tidak pulang ke Indonesia bahkan hingga rela kerja kasar di Inggris demi menghindari pajak.
Sontak saja unggahan tersebut viral dan memantik amarah dari warganet.
"Hahaha udah gak usah ada itu elpidipi. Mending buat sekolahin anak-anak SD daerah terpencil, perbaikan infrastruktur pendidikan, sama honor guru-guru. Katanya mau dapat bonus demografi. Kalo anak-anak sekarang susah sekolah, dapatnya bencana demografi nanti," ujar salah satu warganet.
Beberapa diantaranya menyarankan agar LPDP tetap ada dengan ketentuan untuk pendidikan keilmuan saja bukan pendidikan profesional.
"LPDP tetap perlu ada, cuma fokuskan pada pendidikan keilmuan/sains, bukan pendidikan profesional seperti MBA," balas warganet yang lain.
Menanggapi hal itu, pihak LPDP melalui akun Twitter resminya, @LPDP_RI merespon cuitan @VeritasArdentur tersebut.
"Pelanggar akan dijatuhi sanksi berat berupa surat peringatan. Jika belum kembali dalam 30 hari kalender setelah peringatan, pelanggar akan langsung dijatuhi sanksi berat dengan pencabutan status sebagai Awarsee LPDP dan *WAJIB MENGEMBALIKAN*seluruh dana yang telah diperolehnya," tulis LPDP melalui akun @LPDP_RI
Baca Juga: Telaten dan Sabar, Ini Momen Anies Baswedan Gandeng Putrinya Menuju Gedung Pernikahan
Sumber : suara.com