Selebtek.suara.com - Padepokan Nur Dzat Sejati Gus Samsudin di Blitar, Jawa Timur beberapa waktu lalu digeruduk ratusan warga Desa Rejowinangun, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar yang menuntut padepokan tersebut ditutup karena dinilai meresahkan dan diduga telah menipu banyak korban.
Kemudian lurah setempat menyatakan padepokan milik Gus Samsudin resmi ditutup pada Minggu (31/7/2022). Namun pria yang akhir-akhir ini viral karena berseteru dengan Pesulap Merah ini menjelaskan bahwa padepokan miliknya tidak ditutup selamanya.
"Kejadian kemarin itu bukan penutupan ya, tetapi diam dulu untuk tenang, menunggu agar suasana kondusif," ujar Gus Samsudin, usai melaporkan Pesulap Merah di Polda Jatim, Rabu (3/8/2022).
Gus Samsudin sendiri menegaskan tak pernah mengumumkan kabar penutupan padepokannya. Ahli supranatural asal Blitar itu menyebut hanya mematuhi imbauan pemerintah setempat.
"Saya sama sekali tidak menyatakan penutupan, biar tenang dulu. Saya sebagai warga negara tentu mengikuti anjuran yang diberikan oleh aparat maupun pemerintah kita," imbuhnya.
Gus Samsudin menyebut pemerintah dan aparat setempat memintanya menutup padepokan hingga suasana kondusif. Adapun waktu yang diberikan sementara selama tiga hari.
"Kemarin disampaikan untuk tenang dulu selama tiga hari," ujarnya.
Pada 31 Juli 2022 ratusan warga mendatangi padepokan Nur Dzat Sejati milik Gus Samsudin untuk menuntut penutupan. Aksi tersebut diduga imbas dari perseteruan antara Gus Samsudin dengan Marchel Radhival alias Pesulap Merah. Pesulap Merah membongkar trik pengobatan ala dukun yang digunakan Gus Samsudin.(*)
Sumber: Suara.com
Baca Juga: Bongkar Trik Para Dukun, Pesulap Merah Dapat Dukungan Dari Ustadz Derry Sulaiman