Selebtek.suara.com - Fenomena Citayam Fashion Week beberapa waktu lalu membuat beberapa daerah lain ikut melaksanakannya. Bahkan beberapa pejabat terlihat ikut meramaikan fenomena tersebut, baik di Dukuh Atas secara langsung maupun di daerah masing-masing.
Salah satu yang ikut-ikutan yakni camat Payakumbuh Timur, Sumatera Barat. Namun miris, niatnya yang ingin mengadopsi Citayam Fashion Week justru berujung pada pencopotan jabatannya.
Melalui akun tiktok miliknya, @dewi.centong, Ia membagikan kisahnya.
Ia mengaku hanya ingin membuat konten saja tanpa bermaksud melanggar norma-norma agama ataupun adat istiadat setempat.
"(Hingga) kemudian dikomenlah oleh salah satu lembaga MUI Kota Payakumbuh," sambungnya.
Ia menyebut bahwa kecaman dari MUI Kota Payakumbuh tersebut yang menjadi awal mula kehancuran untuk kariernya.
MUI Kota Payakumbuh mengecam aksi Dewi lantaran dinilai konten yang dibuat oleh Dewi tidak sesuai dengan norma agama serta adat istiadat yang berlaku.
"Jangan latah mengikuti apa yang sedang tren/viral, karena ibu adalah pejabat publik yang akan menjadi contoh/tauladan bagi masyarakat," tutur MUI Payakumbuh mengusulkan.
Tak hanya itu, MUI Kota Payakumbuh juga menyoroti gaya berpakaian Dewi yang dinilainya tabarruj yang dikecam dalam syari'at.
"Apalagi model fashion yang Ibu ikuti tersebut adalah tabarruj orang-orang jahiliyah yang dikecam dalam Syari'at (QS al-Ahzab: 33)," sambungnya.
"Jika ibu bermaksud untuk mempromosikan Tenun Balai Panjang, maka tidaklah dengan cara 'murahan' ala anak-anak Citayam itu pakaian Bundo Kanduang di Ranah Minang ini dipromosikan," kata MUI Payakumbuh melanjutkan.
Usai mengomentari postingan Dewi, MUI Payakumbuh melaporkan ke Wali Kota Payakumbuh hingga berujung pada pencopotan jabatan. (cc)
Sumber: Suarajabar.id