Selebtek.suara.com - Kasus pembunuhan berencana Brigadir J hingga kini masih belum selesai. Bahkan kepolisian harus menggunakan lie detector untuk memeriksa kelima tersangka yakni Bripka RR, Bharada E, Kuat Maruf, Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo.
Hasilnya, Bripka RR, Bharada E dan Kuat Maruf lolos dari tes dan dinyatakan jujur. Sementara hasil tes dari dua tersangka lainnya yakni Putri Candrawathi dan Ferdy Sambo masih dirahasiakan pihak kepolisian.
Bripka RR pun kini disebut tidak lagi ikut dengan skenario Ferdy Sambo sebagai otak pembunuhan. Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukumnya Erman Umar.
Erman Umar mengatakan di awal kasus, kliennya terpaksa ikut skenario Ferdy Sambo karena takut. Ia pun harus mengaku jika kematian Brigadir J karena baku tembak dengan Bharada E.
Erman memastikan kini kliennya akan berkata jujur. Urutan peristiwa pun terungkap. Namun di balik kejujuran Bripka RR ada sosok yang sangat berperan.
Tangisan Bripka RR di hadapan istri
Sosok yang paling berperan yang membuat Bripka RR jujur adalah sang istri. Bripka RR bahkan sempat menangis setelah bertemu istri dan adiknya yang meminta ia berkata jujur.
Sang istri meminta Bripka RR untuk berkata sebenar-benarnya. Bripka RR juga diminta untuk mengingat ayah dan anaknya. Menurut Erman, sejak saat itu kliennya mulai terbuka.
Tak tahu kasus pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir J
Baca Juga: Ini 16 Wakil Indonesia di Turnamen Bulu Tangkis Denmark Open 2022
Erman Umar menjelaskan jika Bripka RR melihat Kuat Maruf bersitegang dengan Brigadir J. Bahkan Kuat sempat menodongkan pisau saat Brigadir J tergesa-gesa menuju kamar Putri.
Bripka RR tak mengetahui apapun soal isu pelecehan seksual yang disangkakan Ferdy Sambo ke Brigadir J. Hal itu karena ia dan Bharada E diminta pergi ke SMA Taruna Nusantara untuk mengatarkan barang-barang putra Ferdy Sambo yang sedang bersekolah.
Bripka RR juga sempat diminta menembak Brigadir J. Namun ia menolak dengan halus karena tidak berani dan tidak bermental kuat.
Ferdy Sambo juga sempat memberikan uang sebesar Rp200 juta kepada Bripka RR setelah pembunuhan itu. Namun, uang tersebut diminta kembali dengan alasan melihat perkembangan kasus.
Takut dengan Ferdy Sambo
Sebenarnya Bripka RR ingin berkata jujur sejak awal. Ia bahkan mengaku ingin menjadi justice collaborator. Sayangnya, Bripka RR tak punya akses untuk mencari tahu posisi tersebut.
Apalagi posisi Bripka RR sejak awal tidak jelas. Salah satunya tidak memiliki kuasa hukum. Karena minim perlindungan, Bripka RR pun terpaksa mengikuti skenario yang ada.
Tak hanya istri dan keluarganya, Erman selaku pengacara juga terus mendorong Bripka RR agar bisa selalu jujur. Termasuk, pada saat menjalani pemeriksaan dengan lie detector atau alat pendeteksi kebohongan. (*)
Sumber: Suara.com