Selebtek.suara.com - Atta Halilintar dan Gus Miftah resmi dilaporkan oleh Gus Irfan bersama pengacaranya, Firdaus Oiwobo ke Polres Metro Jakarta Selatan pada hari ini, Sabtu (10/9/2022) terkait pelanggaran UU ITE.
Firdaus Oiwobo dan Gus Irfan merasa difitnah dan terhina dengan obrolan Atta Halilintar dan Gus Miftah di podcast suami Aurel Hermansyah itu.
"Alhamdulillah laporan hari ini diterima terkait dugaan pelanggaran UU ITE Pasal 27 ayat 3 Junto pasal 45. Isinya mengenai fitnah dan penghinaan di media sosial," kata Firdaus Oiwobo.
Firdaus Oiwobo menambahkan Atta Halilintar dan Gus Miftah bisa terancam empat tahun penjara.
Terkait tindakan yang menyinggung adalah, Atta Halilintar telah menghapus podcast bersama Gus Irfan dan Firdaus Oiwobo. Ucapannya pun juga dianggap tidak mengenakan hati.
"(Kata Atta) dia menyesal telah mengundang kami (karena) tidak ada edukasi. Bahasa kasarnya unfaedah," kata si pengacara penuh sensasi ini.
Sementara itu soal Gus Miftah, Firdaus Oiwobo tidak terima saat guru Deddy Corbuzier itu mengatakan, orang yang datang ke dukun adalah bodoh.
"Menganalogikan bahwa orang yang datang ke dukun itu adalah orang bodoh, kenapa dipanggil orang pintar karena yang datang itu orang bodoh," ujar Firdaus menirukan ucapan Gus Miftah.
Menurutnya Gus Miftah telah melanggar etika seorang pendakwah.
Baca Juga: Macam-Macam Profesi Tenaga Kesehatan: Dari Dokter Umum hingga Perawat
"Siapapun yang mengatasnamakan edukasi tapi masih menghina organisasi dukun akan saya laporkan, ini gak main-main," tegas Firdaus.
Lainnya, saat ada obrolan yang juga dianggap menyinggung istri para dukun. "Penghinaan yang mengatakan bahwa istri dukun itu jelek," kata Firdaus Oiwobo.
"Ini bukan urusan dukun lagi, tapi sudah dapur. Istri orang dihina sedemikian rupa sama Gus Miftah sebagai pendakwah. Jangan bawa-bawa dapur orang," imbuhnya menegaskan.
Sebelumnya, Firdaus Oiwobo juga menjadi sorotan usai rencananya untuk memperkarakan para "Sultan" termasuk Raffi Ahmad dan Andre Taulany.
Ia mengaku diangkat sebagai panglima yang mendapat tugas dari para sultan yang ada di Indonesia untuk menegur Raffi Ahmad dan Andre Taulany karena dianggap telah menggunakan sebutan 'sultan' secara sembarangan.
Menurut Firdaus Oiwobo julukan sultan tidak boleh sembarangan dipakai, apalagi oleh orang yang tidak memiliki silsilah keturunan sultan.