Selebtek.suara.com - Pada rapat kerja Komisi X DPR RI bersama Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim diwarnai aksi protes pada Senin (26/9). Para politikus di komisi yang membidangi pendidikan ini pun ramai-ramai menyerang Nadiem Makarim.
Melansir dari akun instagram @rumpi_gosip, memperlihatkan video singkat Anita Jacoba Gah selaku Anggota Komisi X DPR RI asal NTT ini marah besar kepada Nadiem Makarim. Politikus Partai Demokrat ini mengkritisi Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim yang merasa bangga karena mendapatkan banyak tepuk tangan dari para pemimpin negara-negara di PBB.
Menurutnya, Nadiem tidak layak diberikan tepuk tangan oleh seluruh masyarakat Indonesia, terutama DPR. Sebab, apa yang disampaikan Nadiem di PBB tidak sesuai fakta di lapangan.
"Mas Nadiem bisa mendapatkan tepung tangan dari luar negeri, tetapi tidak dengan kami. Apa yang harus kami apresiasi sedangkan banyak masyarakat yang menangis," kata Anita dalam rapat kerja Komisi X DPR RI kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim.
Beliau mengingatkan Nadiem soal nasib guru honorer. Mereka yang sudah diangkat PPPK belum juga digaji. Belum lagi tunjangan profesi guru (TPG) di daerah 3T yang tersendat-sendat pembayarannya.
Menurut Anita, apa yang disampaikan Nadiem di forum PBB hanya sebatas rencana yang bagi masyarakat Indonesia belum tentu terealisasi.
"Mungkin menteri yang satu ini (Nadiem) terlalu pintar, tetapi kami juga tidak bisa bodohi. Karna kalau kami bodoh, kami tidak mungkin dipilih rakyat. Itu sudah pasti." pungkas Anita
Anita juga meminta data realisasi anggaran APBN 2021-2022 yang sudah dijanjikan, lantaran anggaran yang sudah di berikan tidak sampai pada rakyat
"Jadi kita minta dengan tegas, tolong data realisasi APBN yang kita pernah minta, itu diberikan. Supaya kami bisa mengetaanggaran tersebut dipergunakan dengan tanggung jawab atau tidak." tegasnya.
Pada unggahan tersebut, warganet juga turut menyampaikan pendapatnya di kolom komentar.
"Kasian guru P3K yang belum terima gaji. Seharusnya jika pemerinta sudah siap merekrut, siap juga dengan anggaran gajinya dong. Ini fakta, ada guru P3K kami yang ditugaskan dipinggir kabupaten. Beliau tidak mau naik kendaran bermotor untuk kebutuhan sehari-hari. Karna perharinya bisa habis 100ribu." komentar akun @chiyoech_
"Kalo gitu gimana gaji DPR dipotong aja bu buat alokasi gajo guru honorer? " ucap akun @jatenghotelpartner
"Ga tau lagi sama negeri ini, yg ga kerja ga ngapa-ngapain malah dikasih BANTUAN UANG TUNAI BANTUAN BLA BLA.. Sedangkan yg kerja seperti guru honorer, masih MIRIS GAJINYA." kata akun @sarwendahcha
"Saya juga pernah merasakan pahitnya jadi guru honorer.. 9 thn dengan gaji 290ribu perbulan... Mai ikut inpassing juga dipersulit dengan biaya.. bnr bnr prihatin sbg guru honorer" ujar akun @hindatundyankusumawati