Selebtek.suara.com - Adzan Romer, salah satu saksi dalam sidang lanjutan kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat memberi pengakuan mengejutkan di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2022).
Dia mengaku takut berkata jujur hingga memberi keterangan yang berbeda-beda kepada tim penyidik. Alasannya ia takut terhadap sosok Ferdy Sambo.
Ketakutan itu bertambah karena sudah ada korban meninggal yang diduga dibunuh oleh Sambo dan anak buahnya.
"Apa yang menyebabkan keterangan saudara berubah-ubah?" tanya JPU di ruang sidang, dikutip dari Suara.com.
"Karena awalnya kami masih takut memberikan kejujuran," jawab Romer.
"Takut memberikan kejujuran, takut kepada siapa? Kita kan takut pada Tuhan, kita takut mati atau kita takut apa?" cecar JPU.
![Adzan Romer [YouTube KOMPASTV]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/11/09/1-screenshot-2022-11-09-165855.png)
Adzan Romer pun menyebut dirinya takut dengan Ferdy Sambo, mantan atasannya.
"Takut sama Bapak, Pak," jawab Romer.
"Bapak siapa?" lanjut JPU.
"Pak Sambo," beber Romer.
"Jadi takut dengan Ferdy Sambo?" tanya JPU.
"Iya," ucap Romer.
Adzan Romer mengatakan ia takut nasibnya akan sama dengan mendiang Brigadir J. Mati ditangan sang atasan.
"Kenapa takut?" tambah JPU.
"Takut saja, Pak. Sebenarnya kami takut karena ini sudah ada yang meninggal," beber Romer.