Selebtek.suara.com - Banyak kebijakan yang berubah setelah Twitter dipegang oleh Elon Musk. Seperti yang baru-baru ini terjadi. Fitur bunuh diri dihapus pada aplikasi media sosial tersebut.
Dilansir dari Suara.com, Minggu (25/12/2022) dua orang yang mengetahui masalah tersebut mengatakan kalau penghapusan fitur tersebut dipesan oleh pemilik baru Elon Musk.
Penghapusan fitur yang dikenal sebagai #TherelsHelp ini belum pernah diaporkan sebelumnya. Fitur ini didukung oleh banyak organisasi di berbagai negara terkait kesehatan mental, HIV, vaksin, eksploitasi seksual anak, Covid-19, kekerasan berbasis gender, bencana alam, dan kebebasan berekspresi.
![Elon Musk batal membeli Twitter [suara.com]](https://media.suara.com/suara-partners/selebtek/thumbs/1200x675/2022/07/11/1-elon-musk-batal-membeli-twitter.jpg)
Penghapusan ini pun membuat kekhawatiran tentang kesejahteraan pengguna yang rentan di Twitter.
Sebaliknya, Musk mengklaim kalau tayangan atau pandangan, konten berbahaya menurun sejak ia mengambil alih Twitter pada bulan Oktober. Ia membuktikannya pada tweet grafik yang menunjukan tren penurunan.
Bahkan saat para peneliti dan kelompok hak-hak sipil melacak tweet dengan cercaan rasial dan konten kebencian lainnya, Twitter dan Musk tak menanggapi permintaan komentar
Eirliani Abdul Rahman yang tergabung dalam grup penasihat konten Twitter yang baru saja dibubarkan mengatakan hilangnya fitur pencegahan bunuh diri "sangat membingungkan dan sangat mengganggu". (*)