selebtek

MUI Imbau Masyarakat Tetap Bayar Pajak Sebagai Bukti Ketaatan Terhadap Pemerintah yang Sah

Selebtek Suara.Com
Selasa, 14 Maret 2023 | 11:21 WIB
MUI Imbau Masyarakat Tetap Bayar Pajak Sebagai Bukti Ketaatan Terhadap Pemerintah yang Sah
Cholil Nafis (Antara)

Selebtek.suara.com - Sejak kasus harta kekayaan salah satu pejabat pajak Rafael Alun terkuak, banyak masyarakat yang mengutarakan kekecewaannya. Bahkan tak sedikit yang berjanji tak membayar pajak, karena khawatir uangnya diselewengkan.

Meski demikian, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah Cholil Nafis berharap msyarakat tetap membayar pajak. Karena menurutnya, membayar pajak adalah bentuk ketaatan terhadap pemerintah yang sah.

"Masyarakat tetap wajib bayar pajak karena itu bagian dari ketaatan kepada pemerintah yang sah. Jangan gara-gara oknum pajak sampai masyarakat membangkang kepada negara dengan menolak bayar pajak. Tapi, jangan biarkan oknum itu," kata Cholil dalam keterangannya di Jakarta, Senin (13/3/2023).

Lebih lanjut, Cholos Nafis menjelaskan tidakan menolak bayar pajak sama saja membangkang terhadap negara. Meskipun di lain sisi ia juga mendorong pemerintah memnindak oknum yang diduga menyalahgunakan jabatan.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis. [Suara.com/Bagaskara]
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat bidang Dakwah dan Ukhuwah, KH Cholil Nafis. (sumber: Suara.com/Bagaskara)

Sebelumnya banyak netizen yang membuat gerakan boikot bayar pajak. hal ini merespon viralnya harta kekayaan pegawai eselon III Ditjen Pajak Kemenkeu Rafael Alun Trisambodo.

Berdasarkan dokumen Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dilaporkan per 2021, Rafael memiliki total kekayaan Rp56 miliar.

Gerakan boikot pajak ini dilakukan oleh berbagai kalangan. Namun menurut Cholis Nafis memboikot bayar pajak bukan langkah bijak dan tepat merespons masalah tersebut.

Karena menolak membayar pajak sama saja dengan tidak mendukung pembangunan nasional di berbagai bidang.

Menurut pengamat pajak dari Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar penerimaan pajak juga sangat penting bagi negara karena pajak memberikan banyak manfaat untuk pembangunan. Kekecewaan masyarakat bisa disalurkan dengan cara lain, seperti mendorong transparansi dan pembenahan di internal Ditjen Pajak.

Baca Juga: David Ozora Semakin Pulih, Kak Seto Masih Saja Dibully: Urusin Aja Your Little Pony

"Uang pajak yang kita bayarkan untuk membayar gaji guru, tentara, dan para pelayan publik lainnya. Uang pajak yang kita bayarkan digunakan untuk subsidi kelompok yang berpendapatan rendah, memberikan bantuan sosial, dan membangun berbagai infrastruktur untuk rakyat," kata Fajry. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI