Kapolri Sebut Ada 4 Polisi yang Hambat Proses Kasus Penembakan Brigadir J

Semarang | Suara.com

Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:59 WIB
Kapolri Sebut Ada 4 Polisi yang Hambat Proses Kasus Penembakan Brigadir J
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo (Suara.com/Novian Ardiansyah)

SUARA SEMARANG - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebutkan ada empat polisi yang diduga menghambat proses penanganan kasus Brigadir J.

Kapolri mengatakan 4 polisi tersebut akan ditempatkan di tempat khusus selama 1 bulan ke depan.

Belum diketahui secara pasti hukuman apa yang akan Kapolri jatuhkan kepada polisi yang diduga menghambat proses penanganan kasus penembakan Brigadir J.

"Ada empat orang yang kita tempatkan di tempat khusus, selama 30 hari ke depan," tegas Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022) malam dikutip dari PMJ News.

Namun Sigit menjelaskan pihaknya akan mempross mereka sesuai dengan keputusan tim khusus (timsus) terkait pelanggaran yang dilakukan.

"Sisanya kita akan proses sesuai dengan keputusan dari timsus. apakah masuk pidana atau masuk etik," jelasnya.

Sebelumnya, Tim Inspektorat Khusus (Irsus) yang dibentuk Kapolri sudah memeriksa 25 personel polisi dalam pengusutan kasus meninggalnya Brigadir J atas dugaan ketidakprofesionalan dalam penanganan tempat kejadian perkara (TKP).

"Personel polisi ini kita periksa terkait dengan ketidakprofesionalan dalam penanganan TKP," terang Kapolri.

"Juga beberapa hal yang kita anggap bahwa itu membuat proses olah TKP dan juga hambatan dalam hal penanganan TKP dan penyidikan yang tentunya kita ingin bahwa semuanya bisa berjalan dengan baik," sambungnya.

Saat ini Timsus Polri juga sedang mendalami kemungkinan Bharada E, diperintah untuk melakukan penembakan itu.

"Tentu ini sedang kita kembangkan apakah ada yang menyuruh atau atas niat dia sendiri," tutur Kaplori.

Kapolri menegaskan, pihaknya siap menindak tegas siapapun yang terlibat dalam peristiwa kematian Brigadir J tersebut.

"Tak akan berhenti sampai di situ dan akan terus dikembangkan. Sehingga semuanya kemudian menjadi jelas terkait siapapun yang terlibat dalam proses tindak pidana tersebut akan kita tindak tegas," tutupnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Komnas HAM Buka Kemungkinan Periksa 25 Polisi Tidak Profesional

Komnas HAM Buka Kemungkinan Periksa 25 Polisi Tidak Profesional

Kalbar | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 12:06 WIB

Dalami Uji Balistik Penembakan Brigadir J, Pemeriksaan Puslabfor Polri Sedang Berlangsung di Komnas HAM

Dalami Uji Balistik Penembakan Brigadir J, Pemeriksaan Puslabfor Polri Sedang Berlangsung di Komnas HAM

News | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 11:47 WIB

Komnas HAM Sebut Ada Kemungkinan Periksa 25 Polisi yang Tak Profesional

Komnas HAM Sebut Ada Kemungkinan Periksa 25 Polisi yang Tak Profesional

Riau | Jum'at, 05 Agustus 2022 | 11:46 WIB

Terkini

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Rupiah Akhirnya Bernapas Lega, Hari Ini Menguat ke Level Rp 16.911

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan

Komnas HAM Sebut Pemulihan Andrie Yunus akibat Penyiraman Air Keras Butuh Waktu 6 Bulan

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:46 WIB

Google Maps Rombak Fitur Navigasi Jadi Lebih Detail dengan Menyajikan Tampilan 3D

Google Maps Rombak Fitur Navigasi Jadi Lebih Detail dengan Menyajikan Tampilan 3D

Otomotif | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:45 WIB

Kondisi Mengenaskan, Teka-teki Kematian Alfin yang Hilang 2 Pekan di Bogor

Kondisi Mengenaskan, Teka-teki Kematian Alfin yang Hilang 2 Pekan di Bogor

Bogor | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:44 WIB

BRI Perkuat Program Rumah Rakyat, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun pada 2026

BRI Perkuat Program Rumah Rakyat, Salurkan KPR Subsidi Rp16,79 Triliun pada 2026

Kaltim | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:43 WIB

Lolos dari Jerat Majikan dan TPPO! Tangis Haru Pecah Saat Dua PMI Asal Banjar Tiba di Tanah Air

Lolos dari Jerat Majikan dan TPPO! Tangis Haru Pecah Saat Dua PMI Asal Banjar Tiba di Tanah Air

Jabar | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:40 WIB

9 HP Murah Spek Gaming 2026: RAM 8GB, Memori Besar, Anti Ngelag Mulai Rp1 Jutaan

9 HP Murah Spek Gaming 2026: RAM 8GB, Memori Besar, Anti Ngelag Mulai Rp1 Jutaan

Tekno | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:40 WIB

122.838 Debitur Nikmati KPR Subsidi BRI, Total Pembiayaan Capai Rp16,79 Triliun

122.838 Debitur Nikmati KPR Subsidi BRI, Total Pembiayaan Capai Rp16,79 Triliun

Sumsel | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:38 WIB

Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM

Usut Kebrutalan Oknum TNI, Komnas HAM Kantongi Laporan Medis Andrie Yunus dari Tim Dokter RSCM

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:37 WIB

Arus Puncak Mulai Landai, Kasat Lantas Polres Bogor: Tetap Patuhi Rekayasa Lalin

Arus Puncak Mulai Landai, Kasat Lantas Polres Bogor: Tetap Patuhi Rekayasa Lalin

Bogor | Kamis, 26 Maret 2026 | 16:37 WIB