Simpati Erik Ten Haag dan Pep Guardiola pada Tragedi Kanjuruhan: Mengerikan, Lupakan Rusia dan Ukraina, Lihatlah Indonesia

Semarang Suara.Com
Senin, 03 Oktober 2022 | 21:34 WIB
Simpati Erik Ten Haag dan Pep Guardiola pada Tragedi Kanjuruhan: Mengerikan, Lupakan Rusia dan Ukraina, Lihatlah Indonesia
Erik Ten Haag dan Pep Guardiola simpati tragedi Kanjuruhan Malang. (Reels Instagram LIB)

SUARA SEMARANG - Dua manager tim yakni Erik Ten Haag dari Manchester United dan Pep Guardiola dari Manchester City turut berduka dengan tragedi Kanjuruhan Malang.

Selain para pemain Manchester United dan Manchester City ikut berduka dengan memakai ban hitam di lengan dalam laga derby di Etihad Stadium, Minggu (2/10/2022) malam. Kedua pelatih ikut mengucapkan duka cita dan mendoakan para korban.

Usai pertandingan yang dimenangkan Manchester biru, Pep Guardiola dan Erik Ten Hag memberikan ucapan simpati kepada korban tragedi Kanjuruhan.

Dalam sesi wawancara tersebut, pertanyaan pertama ditujukan kepada manajer Manchester United Erik Ten Hag, tentang pendapatnya apa yang terjadi di Indonesia.

"Ya saya benar-benar melihatnya, itu benar-benar bencana. kami sangat sedih melihat hal itu," kata Erik Ten Haag, dalam video yang dibagikan Reels Instagram LIB, Senin (3/10/2022).

Ten Haag mengatakan bahwa apa yang terjadi di tragedi Kanjuruhan menjadi perhatian bersama seluruh dunia.

"Dan sekarang perhatian kami bersama semua orang di Indonesia," katanya.

Kemudian, pertanyaan yang sama juga ditujukan kepada manajer Manchester City Pep Guardiola.

Pelatih asal Spanyol itu menyampaikan hal yang sama dengan manajer rivalnya. Bahwa hal mengerikan telah terjadi dalam dunia sepakbola.

Baca Juga: Tragedi Stadion Kanjuruhan, 18 Polisi Operator Senjata Pelontar Diperiksa Propam

"Mengerikan benar-benar mengerikan," kata Pep.

Pep terkejut jika apa yang terjadi di Indonesia memang berbeda dengan pertandingan yang ada di Eropa. Di mana setelah laga maka akan bubar dengan sendirinya dalam waktu yang cepat .

Namun apa yang terjadi di Indonesia menjadi tragedi kelam persepakbolaan yang seharusnya bisa dinikmati bersama dengan aman dan nyaman.

"Apa yang terjadi di sini, berakhir dalam 2 hingga 3 jam," katanya.

Mantan pemain Barcelona itu juga menyebut, Kanjuruhan telah menyita tragedi kemanusiaan besar lainnya. Seperti apa yang terjadi antara Rusia dan Ukraina.

Kini semua mata dan perhatian tertuju pada Kanjuruhan untuk mendoakan yang terbaik bagi korban dan keluarga yang ditinggal.

"Itu terlihat Ukraina tidak ada lagi, atau Rusia tidak ada lagi. Kamu harus melihat ke Indonesia. Saya mendoakan yang terbaik untuk keluarga mereka dan segalanya," katanya.

Pesepakbolaan Eropa memang menaruh besar pada peristiwa kelam Tragedi Kanjuruhan Malang.

Sebelum, di La Liga juga menggelar A Minuite of Silent sebelum laga dimulai. Seperti saat Espanyol vs Valencia. Juga saat Real Madrid vs Osasuna.

Dalam peristiwa kerusuhan pada Sabtu (1/10/2022) malam telah memakan korban meninggal 125 orang.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Chemistry, Kalian Tipe Pasangan Apa dan Cocoknya Kencan di Mana Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI