SUARA SEMARANG - Sebuah lubang menganga kurang lebih berukuran 2X1 meter tak beraturan tampak pada salah satu sisi tembok Stadion Kanjuruhan, Malang Jawa Timur.
Lubang tembok di Stadion Kanjuruhan itu merupakan tatanan ventilasi yang sering disebut dinding roster, yang dijebol Aremania dalam tragedi yang menewaskan lebih dari 100 orang pada Sabtu-Ahad (1-2/10/2022).
Di bawah lubang tembok Kanjuruhan itu kini tertulis "SELAMAT JALAN SAUDARAKU 01-10-2022" dengan simbol duka gambar pita merah di sampingnya.
Lubang tembok yang menganga itu merupakan saksi bisu tangisan, jeritan, keputus asaan dan harapan Aremania saat menyelamatkan hidupnya, usai polisi menembakkan gas air mata saat tragedi Kanjuruhan.
Di depan lubang tembok Kanjuruhan itu, dua orang lelaki berbaju hitam merangkul temannya membelakangi dinding.
Satu orang pria berambut cepak, dan lelaki berambut gondrong membawa botol air mineral menundukkan kepala dan hendak meninggalkan lokasi.
![Dua orang berduka di sepan lubang tembok Kanjuruhan, saksi bisu tragedi kengerian yang tewaskan setidaknya 125 orang menurut data pemerintah. [Instagram Jessica Washington @jesswashingtonnews]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2022/10/05/1-dua-orang-berduka-di-sepan-lubang-tembok-kanjuruhan-saksi-bisu-tragedi-kengerian-yang-tewaskan-setidaknya-125-orang-menurut-data-pemerintah.jpg)
Rasa duka mendalam diabadikan dalam sebuah foto yang diabadikan jurnalis Al Jazeera Jessica Wahington.
Sementara orang-orang lainnya memotret lubang tembok Kanjuruhan itu.
"Lubang di dinding di samping salah satu gerbang keluar tampaknya menunjukkan bagaimana orang-orang putus asa mencoba melarikan diri dari penghancuran," tulis Jessica Washington dalam akun Instagram @jeswashingtonnews, Selasa (4/10/2022).
Baca Juga: Bukan Dua Pekan, Liga 1 Bisa Berhenti Lebih Lama Buntut Tragedi Kanjuruhan
![Sepatu berserakan di tangga Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. [Instagram Jessica Washington @jeswashingtonnews]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2022/10/05/1-sepatu-berserakan-di-tangga-stadion-kanjuruhan-malang-jawa-timur.jpg)
Dalam foto lainnya Jessica Washington juga mengunggah foto-foto sepatu yang tersebar di Stadion Kanjuruhan.
Salah satunya sepatu yang berserakan di tangga pintu gerbang Stadion Kanjuruhan.
"Sepatu tersebar di seluruh stadion. Indikasi bagaimana orang-orang bergegas untuk keluar," tulis Jessica Washington.
Dalam foto lainnya coretan di Tembok Kanjuruhan menjadi prasasti kengerian petaka Kanjuruhan.
Gambar itu bercoret "POLISI JAHAT SAUDARAKU KAU BUNUH".
![Coretan di tembok Stadion Kanjuruhan [Instagram Jessica Washington @jeswashingtonnews]](https://media.suara.com/suara-partners/semarang/thumbs/1200x675/2022/10/05/1-coretan-di-tembok-stadion-kanjuruhan.jpg)
Tagar Kengerian di Pintu 13 sebelumnya trending di media sosial Twitter.
Tagar ini bermula dari judul berita dari Suara .com "Kengerian di Pintu 13, yang Sebenarnya Terjadi saat Tragedi Kanjuruhan".
Rangkuman artikel itu ditulis oleh tim peliput di antaranya Yuliharto Simon, Dimas Angga Perkasa, dan Aziz Ramadani.
Belum ada Tersangka
Lebih jauh hingga hari ini belum ada tersangka perihal tragedi Kanjuruhan yang menewaskan setidaknya 125 orang menurut data pemerintah.
Aremania tak percaya data pemerintah begitu saja, dan menyebut korban meninggal dunia bisa mencapai 200 orang.
Sebab, dugaan mereka ada jenazah korban yang dibawa langsung pulang oleh rekan/keluarganya tanpa ke rumah sakit.
Kapolri Listyo Sigit baru mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dan sembilan orang dari Danki, Danyon, dan Danton Brimob.
Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat dimutasi dari jabatannya sekarang dan digantikan perwira lain.
Seperti diketahui tragedi Kanjuruhan menarik perhatian dunia.
Persepakbolaan dunia menyorot apa yang terjadi di Kanjuruhan.
Bahkan untuk laga-laga besar di Eropa, sebelum laga dimulai mereka menaruh doa untuk korban tragedi Kanjuruhan.
Seperti yang dilakukan Real Madrid, Bayern Munchen dan lainnya.
Media Internasional New York Times juga menyorot apa yang dilakukan polisi dengan menembakkan gas air mata ke arah Tribun.
Sementara di dalam negeri Aremania terus menuntut adanya tersangka dalam tragedi Kanjuruhan.
Presiden Jokowi juga membentuk tim gabungan independen pencari fakta (TGIPF) untuk mengungkap fakta yang terjadi di Kanjuruhan.
Menko Polhukam Mahfud MD menjadi ketua dalam tim ini.
TGIPF diisi oleh unsur pemerintah, akademisi, jurnalis, pengamat sepak bola, mantan atlet, dan lainnya.