“Santri putri bermasalah di pondok, kerapkali setelah ditelusuri sumber masalah awalnya dari rumah, karena bapak dan ibunya tidak rukun atau broken home begitu, disitulah kemudian bu nyai ikut serta berperan mengisi kekosongan tersebut untuk santri putri yang merasa kehilangan kasih sayang orang tuanya" tutur Yannah usai rapat panitia panitia Silatnas III Bu Nyai nusantara di Hotel Pandanaran di Semarang, Jum’at, (4/11/2022).
Dia beberkan, Silatnas III ini juga akan dimeriahkan pameran produk usaha kecil baik berupa makanan, minuman , desain pakaian muslimah dan jilbab hasil karya para pengasih perempuan pesantren atau para Ibu Nyai.
Dari bazar dan ekshebishon perempuan pesantren tersebut diharapkan akan menjadi awal yang baik sehingga terjalin program berkelanjutan bagi ekonomi kreatif mandiri perempuan pesantren dibawah naungan RMI NU.
Sehingga itu dianggap bagian penting untuk penguatan ekonomi kreatif yang perlu dibahas dalam salah satu Halaqoh yang ada dalam rangkaian acara Silatnas III Bu Nyai Nusantara. (ambar)