SUARA SEMARANG – Masyarakat di Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta kini sudah bisa menikmati jaringan gas bumi yang dibangun oleh PGN.
Memiliki panjang 75,26 kilometer, jaringan gas bumi PGN ini bisa dimanfaatkan untuk rumah tangga dan pelanggan kecil di Sleman dan Yogyakarta.
PGN berencana mengembangkan jaringan gas (jargas) di Yogyakarta sebanyak 12.900 Sambungan Rumah (SR) secara bertahap mengunakan investasi internal PGN, dimulai dari Kabupaten Sleman (Desa Caturtunggal) dan Kota Yogyakarta (Kecamatan Gondokusuman).
Selain itu, PGN juga melakukan captive market di sektor komersial dan Industri. Dalam penyediaan CNG untuk Kabupatan Sleman, PGN bersinergi dengan Subholding Gas Grup dengan estimasi kebutuhan sekitar 0,44 BBTUD.
Dalam pengembangan jaringan gas bumi di Yogyakarta, PGN menggunakan infrastruktur seperti pipa PE diameter 180 mm, pipa PE diameter 90 mm, pipa PE diameter 63 mm, Pressure Reducing System (PRS), Regulating Station (RS), serta pipa untuk menyambungkan ke rumah dan kompor pelanggan.
“Pembangunan infrastruktur gas bumi di Yogyakarta sudah berjalan seperti pemasangan pipa distribusi kurang lebih 75,26 kilometer," kata General Manager PGN Sales and Operation Regional III (SOR III) Edi Armawiria, saat meninjau pembangunan jaringan gas bumi (Jargas) untuk rumah tangga dan pelanggan kecil di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta bersama BPH Migas, Jumat 10 Maret 2023.
Ia mengatakan pembangunan jargas tersebut terbagi dalam tujuh sektor. Di beberapa sektor sudah ada yang tersambung ke rumah-rumah warga dan siap untuk terpasang untuk dimanfaatkan (gas in).
Edi menambahkan, Kabupaten Sleman dan Kota Yogyakarta menjadi wilayah pioneer untuk pembangunan jargas yang dapat menjadi stimulus perkembangan ekonomi masyarakat hingga industri kecil di Jawa Bagian Selatan.
Di Jawa Tengah bagian selatan, PGN juga telah melayani 200 pelanggan di Magelang yang terdiri dari rumah tangga, pelanggan kecil, hingga komersial. Layanan gas bumi di Magelang disupply menggunakan moda non pipa CNG dengan pemakaian gas ±2.800 M3 per bulan.
Tidak hanya layanan gas bumi, kontribusi PGN juga diwujudkan untuk mendukung kemajuan social ekonomi masyatarakat dengan adanya Balkondes PGN Karangrejo.
Balkondes ini juga menggunakan gas bumi sebagai bahan bakar operasional dapur dan Café Truntum dengan pemakaian ± 6.000 M3 per bulan.
“Dukungan dari BPH Migas, pemerintah, stakeholder, serta masyarakat terhadap upaya perluasan jargas sangat kami butuhkan agar pembangunan jargas dan manfaatnya dapat dirasakan secara nyata yang lebih efisien. Tentunya juga akan berkontribusi dalam upaya penggunaan energi yang lebih bersih di masa transisi energi," pungkas Edi.
Erika Retnowati selaku Kepala BPH Migas mengatakan bahwa BPH Migas berupaya sesuai dengan tugas dan fungsi dalam menetapkan tarif jargas.
Jargas menjadi salah satu program andalan pemerintah di masa transisi energi saat ini.
"Nantinya yang mendekati nilai keekonomian masyarakat dan PGN untuk keberlanjutan pembangunan jargas selanjutnya," katanya.