SUARA SEMARANG - Kota Semarang sebagai jantung ibu kota Provinsi Jawa Tengah memiliki kenangan manis bagi Partai Demokrat. Selama 10 tahun jabatan walikota Semarang pernah dipimpin partai milik SBY ini.
Saat ini, Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY Ketua Umum Partai Demokrat, rupanya seolah ingin mengembalikan kenangan manis tersebut. Kejayaan partainya di Kota Semarang bisa diawali kembali untuk 2024 nanti.
Sebelumnya Partai Demokrat pernah menguasai peta politik di Kota Semarang dengan menjadikan kadernya Sukawi Sutarip menjadi walikota Semarang dua periode.
Sukawi Sutarip mantan kader PDIP yang menyeberang ke Partai Demokrat, ia menjadi walikota Semarang pada periode 2000-2005 dan 2005-2010.
Sayangnya, pada kontestasi Pilwakot 2010 Partai Demokrat tak kuasa menahan laju PDIP yang dimenangkan paslon Soemarmo HS dengan wakilnya Hendrar Prihadi.
Saat itu Partai Demokrat mengusun Mahfudz Ali dan Anis Nugroho Widharto. Demokrat kalah tipis suara dari PDIP yakni 31,05 persen berbanding 34,28 persen, sisanya dikuasai paslon Bambang Raya Saputra dan Kristanto dari Golkar dengan perolehan suara 16,79 persen.
Kekinian, pewaris estafet SBY yakni AHY melakukan kunjungan silaturahmi di Ponpes Asshodiqiyah Semarang pada Senin 3 April 2023, seolah memberi kode bahwa Kota Semarang menjadi perhatian dia sekarang.
Sebab, sebelumnya AHY belum pernah melakukan kunjungan ke ponpes tersebut. Dan baru di tahun ini ia menyempatkan langsung bersilaturahmi bertepatan dengan momen Ramadhan.
Di ketahui sejumlah tokoh nasional juga kerap bersilaturahmi ke ponpes Asshodiqiyah Semarang.
Seperti kala gelaran Pemilu 2019 lalu, calon presiden Prabowo Subianto dari Partai Gerindra bertandang ke Ponpes Asshodiqiyah Semarang.
Meski demikian, AHY menegaskan jika kunjungan dia ke Ponpes Assidiqyah bukanlah kunjungan politik, hanya sebatas silaturahmi antara ulama dan umaroh.
“Niatan saya itu dimaksudkan untuk menyampaikan uneg-uneg saya tentang kondisi bangsa ini. Dan tentu ini adalah pertemuan yang baik antara para ulama dan umaro tentang isu-isu kemasyarakatan dan kebangsaan,” katanya.
Ia merasa senang bisa bertemu pimpinan pondok langsung yang punya pengalaman panjang tentang wawasan bernegara.
"Saya secara pribadi sudah berkomunikasi sejak lama dengan pengasuh Pondok ini. Tetapi memang kesempatannya baru bisa sekarang,” kata AHY.
Kurang lebih dua jam mereka berdiskusi, beberapa pesan disampaikan Kyai Shodiq kepada AHY. AHY mendapat pesan jika dalam Pemilu 2024 hendaknya menggunakan cara yang baik. Menjadikan pemilu damai tidak menjadi perpecahan moral anak bangsa.