SUARA SEMARANG -- Gelaran Liga sepakbola memiliki potensi bisnis dan perputaran uang yang besar.
Ketua Yayasan Bakti Sepak Bola Indonesia, Erick Thohir mengatakan, perputaran uang di Liga 1 BRI mencapai Rp9 triliun.
"Jumlah tersebut bisa bertambah dua kalinya jika Liga 1 berlangsung penuh,"katanya.
Tak hanya Liga 1, pertandingan timnas juga menunjukkan potensi perputaran uang yang besar.
Ia mencontohkan, satu pertandingan timnas melawan Argentina saja, terdapat perputaran uang sebesar Rp1 triliun.
Sehingga, jika ada 3 kali pertandingan sejenis itu, maka nilainya bisa mencapai Rp 3 triliun.
Erick juga mencatat, belum pernah terjadi perputaran uang dari hak siar televisi untuk pertandingan Timnas hingga mencapai Rp56 miliar.
Tingginya potensi bisnis tersebut, diharapkan juga dapat berdampak positif bagi para pemain.
"Jadi ternyata bisnisnya ada. Nah, jangan sampai bisnis itu tidak nyambung dengan kesejahteraan pemain," ujar Erick.
Para atlet sepakbola jangan diperlakukan seperti ayam aduan. Setelah bertanding, menang, lalu dilupakan. Para atlet yang berprestasi dan mengharumkan nama bangsa adalah pahlawan.
Mereka, ujar Erick, perlu diberi perlindungan. Para atlet juga harus dirawat dan dibimbing kariernya.