SUARA SEMARANG - Isu tidak sedap sedang menerpa juara Liga 1 musim 2022/2023, PSM Makassar.
PSM Makassar sedang ramai dibicarakan oleh netizen hingga para suporter soal keuangan klub yang dirasa kurang sehat.
Akibatnya, ada isu beberapa pemain PSM Makassar yang belum menerima gaji dan tersebar hingga media sosial.
Di akun instagram PSM Makassar, banyak pendukung yang miris dengan kondisi yang dialami oleh Juku Eja.
Bagaimana tidak, PSM Makassar merupakan salah satu klub bersejarah sekaligus klbu tertua di Indonesia.
Selain itu, masih hangat ingatan pecinta sepak bola Indonesia bagaimana kekuatan PSM Makassar musim lalu hingga meraih gelar juara saat kompetisi belum berakhir.
Namun rupanya gelar juara tak mampu mendongkrak banyak pamor klub di mata sponsor yang digadang-gadang akan menjadi sumber pendapatan klub.
Kondisi ini yang membuat suporter PSM Makassar untuk ingin berkontribusi dalam membantu keuangan klub.
Mereka beramai-ramai memberikan semangat pada klub dan mengajak para pendukung PSM Makassar lainnya untuk membeli jersey resmi dan menonton langsung pertandingan di stadion.
Baca Juga: Gedung Tinggi di Jakarta Wajib Pasang Alat Water Mist, Kenneth DPRD DKI: Pengusaha Harus Ikhlas
"Itu yang mau patungan mending beli jersey/tiket pertandingan, itupun sudah cukup ikut membantu!!!" tulis seorang netizen.
"Yang merasa paling cinta PSM, belimki. Dri pada bikin dosa sosmed komen jellek trusss," tulis netizen lainnya.
"YOK BELI BELI DAN NONTON KSTADION ......DUKUNG TIM KESAYANGAN DENGAN MODAL KEUANGAN KITA SENDIRI.." ajak seorang netizen.
Ada juga pendukung PSM Makassar yang khawatir jika klub kesayangan mereka akan terdampak prestasinya karena masalah keuangan.
Mereka khawatir penampilan para pemain tidak akan sebagus sebelumnya sebelum masalah ini menimpa klub kebanggaan warga Makassar tersebut.
"Jangan salahkan pemain kalau di putaran ke 2 banyak yg hengkang pasti juga dilema karna ada dapur yang mesti berasap... Beberapa pemain top yang cabut dulu oscar, klok padahal penampilan nya bagus tapi manajemen nya seng kdong," tulisnya.