Jumlah Rumah Pemakai Biogas Menurun, Program Desa Mandiri Energi Sumogawe Kabupaten Semarang Terancam Keberlangsungannya

Semarang

Kamis, 12 Oktober 2023 | 00:36 WIB
Jumlah Rumah Pemakai Biogas Menurun, Program Desa Mandiri Energi Sumogawe Kabupaten Semarang Terancam Keberlangsungannya
umlah Rumah Pemakai Biogas Menurun, Program Desa Mandiri Energi Sumogawe Kabupaten Semarang Terancam Keberlangsungannya. (Semarang.suara.com)

SUARA SEMARANG - Pada tahun 2012 warga dari Desa Sumogawe Kelurahan Sumogawe Kecamatan Getasan Kabupaten Semarang sempat menikmati adanya biogas sebagai bahan bakar energi baru terbarukan (EBT).

Saat itu jumlah rumah di Desa Sumogawe berjumlah 16 kepala keluarga yang memanfaatkan biogas dari pengolahan limbah kotoran sapi. Tetapi sekarang menyusut berkurang hanya 10 rumah saja.

Desa Sumogawe sendiri sering disebut pula Kampung Biogas, sebab warganya yang merupakan peternak sapi mampu mengolah limbah kotoran menjadi biogas secara mandiri.

Kini status desa mandiri energi seperti yang dicanangkan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat masih menjabat, terancam keberlangsungannya di Desa Sumogawe.

Marnin (45) anggota komunal Kelompok Tani Ternak Gondang Makmur RT2 RW2 Desa Sumogawe mengaku sempat mendapat bantuan dari pemerintah di tahun 2012.

Waktu itu ada bantuan dari Pemprov Jateng melalui Pemkab Semarang untuk menginisiasi kemandirian desa energi disalurkan kepada warga Sumogawe. Sebanyak 18 ekor sapi diberikan untuk turut mendukung pengolahan energi baru dan terbarukan yakni pengolahan biogas.

"Saat itu langsung dibentuk kelompok tani ternak karena banyak sapinya dan menghasilkan limbah kotoran yang cukup untuk bahan baku biogas," katanya, ditemui di kandang sapinya, Selasa 10 Oktober 2023.

Selain bantuan sapi dari Pemkab Semarang, kelompok tani ternaknya juga mendapat bantuan CSR dari BUMN bank BRI dalam bentuk pembangunan tangki kedap udara pencerna atau digester biogas.

Tangki digester itu berkapasitas 40 kubik mampu menampung limbah kotoran sapi untuk mengolah biogas setiap harinya.

baca juga

Sebelas tahun berjalan, jumlah rumah atau kepala keluarga yang memanfaatkan biogas pun tak pernah bertambah. Justru malah berkurang hampir separuhnya.

"Dulu awal 16 rumah sekarang 10 rumah, ya karena berkurang anggota kelompok tani ternaknya," katanya.

Marnin menyebut, berkurangnya pengguna biogas pada anggota kelompok tani ternak Sumogawe dikarenakan sudah tidak ada lagi bantuan pemerintah.

Terlebih saat ada kejadian penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak sapi kelompoknya. Banyak sapi yang mati, sempat bertambah 20 ekor kini hanya bertahan 9 ekor sapi saja.

"Sapi berkurang, kotoran juga berkurang, kapasitas biogas ya berkurang ke warga," katanya.

Kelompok tani ternak Gondang Makmur juga kini terkendala dari sisi pakan ternak. Harga konsentrat pakan sekarang mahal cukup menyumbang berkurangnya kotoran limbah yang dihasilkan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bikin Pendapatan Daerah Merosot, Pemprov DKI Berencana Hapus Aturan Penggratisan PBB Era Anies

Bikin Pendapatan Daerah Merosot, Pemprov DKI Berencana Hapus Aturan Penggratisan PBB Era Anies

Jakarta | Kamis, 12 Oktober 2023 | 00:05 WIB

PSIS Semarang Belum Konsisten, Gilbert Agius: Kami Harus Berbenah

PSIS Semarang Belum Konsisten, Gilbert Agius: Kami Harus Berbenah

Bola | Rabu, 11 Oktober 2023 | 23:08 WIB

Cawapres Ganjar akan Diumumkan Sebelum Pendaftaran Pilpres 2024 Dimulai, PPP: Kita Finalisasi Sebentar Lagi

Cawapres Ganjar akan Diumumkan Sebelum Pendaftaran Pilpres 2024 Dimulai, PPP: Kita Finalisasi Sebentar Lagi

Kotak Suara | Rabu, 11 Oktober 2023 | 22:24 WIB

Terkini

Nasib Pegawai Hotel Sultan Terungkap! Pemerintah Mulai Pendataan dan Verifikasi

Nasib Pegawai Hotel Sultan Terungkap! Pemerintah Mulai Pendataan dan Verifikasi

Video | Kamis, 25 Juni 2026 | 19:00 WIB

Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui

Selain Koi, 6 Ikan Ini Dipercaya Membawa Keberuntungan Menurut Feng Shui

Lifestyle | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:59 WIB

Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara

Analisis Taktik Ekuador vs Jerman: Die Mannschaft Jaga Mental Juara

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:50 WIB

Sinergi Kawal Kedaulatan Hukum, Imigrasi Sumut Ambil Bagian dalam Diskusi RUU HPI di USU

Sinergi Kawal Kedaulatan Hukum, Imigrasi Sumut Ambil Bagian dalam Diskusi RUU HPI di USU

Sumut | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:46 WIB

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

Disembunyikan Dalam Beras Basmati! Polisi Ungkap Kasus Narkoba Berlogo Batman Asal Malaysia

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:44 WIB

PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak

PGRI: Jangan Cap Guru Mata Duitan karena Minta Gaji Layak

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:41 WIB

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Delapan Klaster Program Prioritas Nasional di 2027

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:40 WIB

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bahlil Minta Lebih Banyak Lahan untuk Sawit demi Ambisi B80

Bisnis | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:39 WIB

5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan

5 Serial Netflix Terbaik 2026 yang Wajib Masuk Daftar Tontonan

Your Say | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:25 WIB

Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim

Modus 'Tak Diklik': KPK Bongkar Pungli dan Setoran Gelap Kanim Bali untuk Eks Wamen Silmy Karim

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 18:24 WIB