SUARA SEMARANG - Proyek Strategis Nasional (PSN) Tol Trans Jawa telah beroperasi empat tahun berjalan. Apa kabarnya sekarang dan berapa pendapatan serta jumlah kendaraan yang melintasi.
Tol Trans Jawa dibangun pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini sudah berusia empat tahun. Menghubungkan koneksi antar daerah di Pulau Jawa.
Jalan Tol Trans Jawa beroperasi sejak di penghujung tahun 2018 yang saat ini merupakan jalan tol terintegrasi yang terpanjang di Indonesia, yang menghubungkan Merak hingga Probolinggo.
Sejak dioperasikan secara penuh di penghujung tahun 2018, Jasa Marga mencatat peningkatan LHR yang signifikan untuk Jalan Tol Trans Jawa.
PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai operator jalan tol Trans Jawa menjelaskan kabar koondisi serta berapa jumlah kendaraan yang melintas selama empat tahun.
Jasa Marga saat ini masih menjadi market leader untuk jalan tol beroperasi di Indonesia sepanjang 1.260 Km yang merupakan 48% dari seluruh jalan tol operasi di Indonesia dari total konsesi jalan tol Jasa Marga sepanjang 1.736 Km.
Corporate Communication & Community Development Group Head Jasa Marga Lisye Octaviana menjelaskan, Jasa Marga melalui PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) mengelola 62% dari keseluruhan panjang Jalan Tol Trans Jawa, atau sepanjang 676 Km.
Jalan tol ini menyambungkan berbagai kota besar di Pulau Jawa dengan kawan strategis seperti bandara, pelabuhan, kawasan industri hingga destinasi wisata.
"Selama empat tahun beroperasi, kami mencatat peningkatan Lalu Lintas Harian Rata-Rata (LHR) yang signifikan seiring dengan
terintegrasinya setiap ruas yang ada di koridor Jalan Tol Trans Jawa,” kata Lisye, Jumat 13 Oktober 2023.
Baca Juga: Naik 3 Persen Ini Tarif Baru Tol Batang-Semarang Berlaku Mulai 9 Oktober 2023, Berikut Rinciannya
Tercatat pada tahun 2019 di awal pengoperasian, LHR Jalan Tol Trans Jawa setelah beroperasi penuh adalah sebesar 1,1 juta kendaraan/hari, meningkat 3,23% dari tahun 2018.
Beranjak ke tahun 2020 hingga tahun 2022, LHR Jalan Tol Trans Jawa selama tiga tahun tersebut masih mengalami kenaikan di tengah pandemi COVID-19, tercatat pada tahun 2021 LHR sebesar 982 ribu kendaraan/hari, dengan kenaikan rata-rata tiap tahunnya
sebesar 16%.
Sedangkan di tahun 2023 hingga triwulan III, LHR Jalan Tol Trans Jawa mencapai 1,11 juta kendaraan/hari, meningkat 3,12% jika dibandingkan dengan LHR pada periode yang sama di tahun 2019.
“Jalan Tol Trans Jawa mampu memberikan kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi dan sosial Indonesia melalui multiplier effect di berbagai sektor, di antaranya yaitu efisiensi biaya logistik, percepatan konektivitas antar daerah, hingga pengembangan wilayah di sekitar area jalan tol,” ujar Lisye.
Sementara itu, Direktur Utama PT JTT Rudi Kurniadi menjelaskan, setelah dilakukannya spin-off (pemisahan) pada 13 Ruas Jalan Tol Trans Jawa dari induk, PT JTT terus berupaya meningkatkan kualitas layanan operasional jalan tol.
Tidak hanya mengoptimalkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) jalan tol, PT JTT juga memberikan pelayanan beyond SPM dengan beautifikasi, penghijauan, ketersediaan ruang usaha UMKM, fasilitas disabilitas hingga Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di rest area.