Bohani, Bocah Badui penderita Gizi Buruk itu kembali Ceria

Serang | Suara.com

Selasa, 20 September 2022 | 21:53 WIB
Bohani, Bocah Badui penderita Gizi Buruk itu kembali Ceria
Bohani, seorang anak Badui di pedalaman Kabupaten Lebak kini kembali berceria setelah sembuh dari gizi buruk dan tuberkulosis setelah dibawah tim medis Sahabat Relawan Indonesia ke RSUD Banten (Antara)

Lebak -Bohani, seorang anak warga Badui berusia tujuh tahun itu kini kembali ceria,  berlari-berlarian dengan teman-teman seusianya. Dua mobil permainan didorong-dorong  dengan jemari tangannya sambil sesekali tertawa kecil. Bale rumah panggung tempat tinggalnya pun tak menjadi halangan untuk bermain.

Gerak tubuh anak Badui itu cukup lincah serta sudah mau berkata-kata kepada ayahya. Dia  juga sudah tidak merasakan batuk-batuk dan demam. Kondisi Bohani terus semakin membaik.

Bohani sebelumnya menderita gizi buruk akut dengan berat badan delapan kilogram. Ia juga mengidap penyakit penyerta tuberkulosis.


 Sekarang, berat badan Bohani telah meningkat menjadi 12 kilogram. Fisiknya tidak lemas lagi,  tidak murung dan menangis di depan kedua orang tuanya.


 "Kami sangat berterima kasih kepada Sahabat Relawan Indonesia ( SRI) yang membawa anaknya ke RSUD Banten hingga menjalani perawatan inap," kata Pulung (55) orang tua Bohani saat ditemui ditempat kediamanya di Kampung Batubelah Desa Kanekes,Kabupaten Lebak, Selasa (20/9).


 Begitu juga Bohani (6) bocah perempuan warga Badui  kini merasa sudah sembuh dari gizi buruk dan tuberkulosis sehingga bisa kembali bermain bersama teman sebaya.


 Sebelumnya, kondisinya sesak nafas, batuk-batuk juga terkadang demam dan panas. Namun, setelah dilakukan pemeriksaan kesehatan dan pengobatan yang dilakukan tim medis SRI kini tubuhnya semakin baik. Kini kondisi tubuhnya membaik, tidak lemas lagi.
 

Bohani putra keenam dari pasangan Pulung dan Cisitia awalnya merasa bingung melihat kondisi anaknya yang tak berdaya setelah menderita gizi buruk dan tuberkulosis.


 Kondisi ekonomi keluarga serba pas-pasan. Orang tuanya sehari-hari bekerja di ladang, Ia  tak memiliki uang untuk yang cukup untuk mengobatkan anaknya ke puskesmas maupun rumah sakit. Dia juga tidak memiliki Kartu Indonesia Sehat ( KIS) BPJS Kesehatan bantuan dari pemerintah.


 Di tengah kebingungan dan kesulitannya itu,  SRI datang membantu sehingga Bohani bisa di bawa ke RSUD Banten untuk menjalani perawatan dan pengobatan.


 Selama menunggu anaknya empat hari menjalani rawat inap, ia  juga dijamin kebutuhan makan dan minum. "Kami merasa lega dan senang masih ada orang yang membantu kebaikan, sehingga kondisi Bohani semakin baik," katanya.


 RSUD Banten jadi pilihan
 Ketua Koordinator SRI Muhammad Arif Kirdiat mengatakan dirinya hampir setiap pekan membawa pasien warga Badui ke RSUD Banten dibandingkan ke rumah sakit lainnya di Kabupaten Lebak yang lebih dekat.


 Kebanyakan warga Badui tak memiliki KIS atau BPJS Kesehatan bantuan pemerintah,sehingga RSUD Banten gratis yang menjadi pilihan, karena cukup KTP dan Surat Keterangan Tak Mampu (SKTM) yang dikeluarkan pemerintahan desa setempat.


 Para warga Badui yang di bawa ke RSUD Banten berbagai penyakit mulai gizi buruk, stunting, digigit ular berbisa, demam dan sesak nafas hingga campak. Kasus gizi buruk di pemukiman perlu mendapatkan penanganan khusus agar kondisinya semakin baik, di antaranya melalui penambahan nutrisi bergizi, pelayanan kesehatan yang baik serta lingkungan yang mendukung bagi tumbuh kembang anak. 
 
Terkait dengan layanan kesehatan, Menteri BUMN Erick Thohir telah membantu perbaikan puskesmas pembantu (Pustu) Nangerang di perbatasan masyarakat Badui pedalaman Kabupaten Lebak. Pustu Nangerang tersebut sempat  terbengkalai dan tidak dimanfaatkan untuk pusat pelayanan kesehatan. Saat itu, Menteri BUMN berkunjung ke pemukiman Badui untuk melihat kondisi masyarakat adat Badui yang menjadi korban kebakaran. 

Untuk operasional bulanan dibantu  tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia ( IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) dan relawan lainnya. Selama setahun terakhir,  kegiatan sosial kesehatan di Badui telah membantu  sekitar  5.700 pasien dengan berbagai  macam penyakit.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

15 Rumah di Kabupaten Tangerang Porak Poranda Diterjang Angin Kencang

15 Rumah di Kabupaten Tangerang Porak Poranda Diterjang Angin Kencang

| Selasa, 20 September 2022 | 18:35 WIB

Pengusaha Kapal di Pelabuhan Merak Desak Penyesuaian Tarif usai Kenaikan BBM

Pengusaha Kapal di Pelabuhan Merak Desak Penyesuaian Tarif usai Kenaikan BBM

Banten | Selasa, 20 September 2022 | 17:22 WIB

Terlilit Judi Online, Karyawan Pabrik di Cikupa Bunuh Diri

Terlilit Judi Online, Karyawan Pabrik di Cikupa Bunuh Diri

Banten | Selasa, 20 September 2022 | 16:56 WIB

Terkini

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

Gawat! Pasokan BBM Dunia Mulai Terganggu karena Perang

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:06 WIB

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

Dunia Hadapi Krisis Energi Global! Direktur IEA Sebut Lebih Parah dari Krisis Minyak 1970

News | Senin, 23 Maret 2026 | 18:02 WIB

Dinamika Kehidupan dan Filosofi Man Shabara Zhafira dalam Karya Ahmad Fuadi

Dinamika Kehidupan dan Filosofi Man Shabara Zhafira dalam Karya Ahmad Fuadi

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 18:00 WIB

Siapa Sadie Sink? Aktris yang Curi Perhatian di Trailer Spider-Man: Brand New Day

Siapa Sadie Sink? Aktris yang Curi Perhatian di Trailer Spider-Man: Brand New Day

Entertainment | Senin, 23 Maret 2026 | 18:00 WIB

Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas

Masih Dicari! Inilah Alasan Vario 150 Bekas Jadi 'Harta Karun' di Bursa Motor Bekas

Otomotif | Senin, 23 Maret 2026 | 18:00 WIB

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik

Bisnis | Senin, 23 Maret 2026 | 17:58 WIB

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

Eks Penyidik KPK Nilai Kebijakan Tahanan Rumah Gus Yaqut Lemahkan Penegakan Hukum

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB

OPPO Watch X3 Mini Bocor, Siap Jadi Smartwatch Andalan dengan Fitur Premium

OPPO Watch X3 Mini Bocor, Siap Jadi Smartwatch Andalan dengan Fitur Premium

Your Say | Senin, 23 Maret 2026 | 17:50 WIB

Cara Cek Kurs Valas Real-Time Melalui BRImo

Cara Cek Kurs Valas Real-Time Melalui BRImo

Bri | Senin, 23 Maret 2026 | 17:46 WIB

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

Jepang Kirim Pasukan Khusus Bela Diri ke Selat Hormuz, Ikut Perang?

News | Senin, 23 Maret 2026 | 17:45 WIB