Badung, Bali - Pertemuan Menteri Pariwisata anggota G20 yang diselenggarakan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali sebagai rangkaian Presidensi G20 Indonesia berhasil menyepakati Bali Guidelines.
"Sehari penuh kita tadi melakukan TMM dan dapat kami sampaikan kita menyepakati Bali
Guidelines," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno
saat konferensi pers usai Tourism Ministerial Meeting (TMM) di Nusa Dua, Bali, Senin.
Ia mengatakan, Bali Guidelines adalah suatu kesepakatan yang sangat fundamental dalam
kebangkitan sektor pariwisata yang fokus pada komunitas, masyarakat dan UMKM.
"Di dalam Bali Guidelines, semua disepakati mengenai lima line of actions atau lima baris dari
kegiatan yang akan kita lakukan untuk menindaklanjuti Bali Guidelines yang nanti akan diteruskan
di Presidensi India pada G20 berikutnya," katanya.
Menparekraf Sandiaga Uno menjelaskan dalam TMM, hal yang menarik dibahas adalah mengenai
lapangan kerja yaitu bagaimana lapangan kerja di sektor pariwisata bukan hanya pekerjaan yang
sudah banyak ada saat ini dan bukan lapangan kerja yang tidak memberdayakan.
"Tapi kedepan lapangan kerja ini harus berkualitas harus yang baik dan memberikan peningkatan
penghasilan dan kesejahteraan masyarakat, jadi konsepnya itu. Lapangan pekerjaan yang belum
kembali setelah pandemi COVID-19 harus dihadirkan kembali dengan pendekatan Recover
Together, Recover Stronger berbasis komunitas, UMKM dan tentunya berfokus pada penguatan
masyarakat," ungkapnya.
Plt. Deputi Bidang Sumber Daya Kelembagaan Kemenparekraf Frans Xaverius Teguh
menambahkan G20 Bali Guidelines terdapat lima line of actions meliputi pertama adalah sumber
daya manusia yang berkaitan dengan pekerjaan, skills, entrepreneurship, dan edukasi, bagaimana
SDM pariwisata mampu melihat kebutuhan dan keinginan pasar, menciptakan lapangan kerja
baru, dan mampu menghadirkan nilai tambah dari produk atau jasa mereka.
Kedua, inovasi, digitalisasi, dan ekonomi kreatif. Fokus pada bagaimana masyarakat mampu lebih
inovatif, kreatif, dan adaptif dalam memasuki tatanan ekosistem ekonomi digital, supaya pelaku
ekonomi kreatif ini dapat menjangkau pasar yang lebih luas.
"Yang menarik sektor ekonomi kreatif ini menarik perhatian dari forum dan itu adalah salah satu
kontribusi Indonesia, karena sebetulnya isu ekonomi kreatif itu disampaikan oleh mas menteri
bahwa ekonomi kreatif itu menjadi penting dan sektor ini hubungannya sangat dekat dengan
kepariwisataan," katanya.
Baca Juga: Curhat Seungkwan SEVENTEEN di Sela Konser 'Be The Sun'
Aksi ketiga dalam Bali Guidelines adalah pemberdayaan perempuan dan pemuda. Karena
perempuan dan pemuda di bidang pariwisata termasuk yang paling terpengaruh oleh pandemi.
Untuk itu mereka membutuhkan dukungan yang tepat.
Antara