Kebijakan Ekspor CPO Sebagai Solusi Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi

Serang

Rabu, 12 Oktober 2022 | 01:43 WIB
Kebijakan Ekspor CPO Sebagai Solusi Menghadapi Ancaman Resesi Ekonomi
Ilustrasi petani sawit. [Istimewa] (Istimewa)

Ekspor minyak sawit dinilai mampu menyelamatkan perekonomian Indonesia dari ancaman resesi global, selama pemerintah mengambil kebijakan kreatif dan memfasilitasi pelonggaran ekspor minyak sawit mentah (CPO).

Menurut Direktur Eksekutif Institute for Economic and Financial Development, Tauhid Ahmad, dalam menghadapi ancaman resesi global, pemerintah Indonesia harus merumuskan kebijakan yang memberikan dukungan maksimal terhadap komoditas berorientasi ekspor, termasuk minyak sawit mentah (CPO). 

Ironisnya, pada tahun ini pun masih ada beberapa kebijakan yang justru membatasi kegiatan ekspor mereka.

“Misalnya terkait kebijakan pemerintah berupa Domestic Market Obligation (DMO), Domestic Price Obligation (DPO), Export Approval (PE), dan Flush Out (FO), Bea keluar dan lainnya, ini jelas menghambat ekspor," ungkap Tauhid dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (11/10/2022).

Menurut Tauhid, keinginan pemerintah untuk mempercepat ekspor dan bertahan dari keterpurukan ekonomi global dapat terwujud selama kebijakan yang menghambat ekspor seperti DMO, DPO, dan Flash Out bisa dihilangkan.

“Bahkan akan diuntungkan dengan kenaikan harga komoditas dunia, yang akan meningkatkan pendapatan negara. Sebaiknya pemerintah mencabut kebijakan DMO, DPO dan flush-out karena mempersulit ekspor CPO dan turunannya.

Selain itu, menurut Tauhid, minyak sawit mentah akan terus menjadi komoditas penyumbang devisa negara yang besar.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor minyak sawit mentah menyumbang Rp 112,82 triliun bagi perekonomian Indonesia pada kuartal pertama 2022. 
Ini merupakan angka yang cukup tinggi dan setara dengan 2,5 % dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Tauhid memperkirakan adanya kebijakan DMP dan DPO telah mengakibatkan ketidaksesuaian antara harga minyak sawit di tingkat nasional dengan harga di pasar internasional (CIF Rotterdam) yang kini telah mencapai $1,05 ribu per metrik ton.

“Terlebih lagi, kenaikan harga di pasar global tersebut akan berlangsung lama dan akan sulit untuk dikurangi dalam waktu dekat. Disini kita lihat, siapa saja yang akan dirugikan dengan penurunan harga TBS (Tandan Buah Segar). Jangan sampai petani dirugikan, karena luas lahannya kurang dari dua hektare," ujar Tauhid. 

Perkebunan kelapa sawit di provinsi Jambi. [SuaraSerang/Wawan Kurniawan]
Perkebunan kelapa sawit di provinsi Jambi. (sumber: SuaraSerang/Wawan Kurniawan)

Ia juga mengingatkan dengan naiknya harga minyak goreng dipasar tradisional dan ritel, bukan disebabkan karena terbatasnya jumlah pasokan dari dalam negeri, melainkan harga di tingkat global yang menjadi acuan produsen kelapa sawit mengalami lonjakan harga. 

Selain itu, Indonesia tidak memiliki peran andil dalam menekan harga di pasar global karena masih banyak negara pengekspor kelapa sawit di dunia seperti Malaysia.

Akademisi dari Universitas Al-Azhar Indonesia, Sandino menegaskan, adanya larangan ekspor akan meghambat pertumbuhan ekonomi, pemulihan dari krisis dan kerusakan ekonomi negara, khususnya kerugian devisa negara sebagai imbas dari larangan ekspor.

"Hambatan dan larangan ekspor akan merugikan bangsa Indonesia. Menghambat pertumbuhan ekonomi, pemulihan krisis dan merugikan perekonomian negara yang diakibatkan dari hilangnya devisa," kata Sadino.

Selain itu, Sadino juga menjelaskan, kebijakan DMO dan DPO yang berlaku pada produk CPO dan turunannya berpotensi merugikan petani sebagai produsen kelapa sawit di tingkat bawah. 

Jika aturan DMO dan DPO tetap berlaku, ia khawatir petani atau pengusaha sawit enggan menanam sawit dan menghentikan produksi untuk sementara waktu.

"Seharusnya saat harga tinggi pemerintah harus mendorong ekspor sebanyak-banyaknya agar membuat petani sejahtera. Tidak seperti sekarang, yang justru menghambat. Sebuah peluang yang jarang terjadi, malah tidak dimanfaatkan dengan baik," ungkap sadino.

(suara.com)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ancaman Resesi Ekonomi, Kebijakan Pro Ekspor Perlu Ditingkatkan

Ancaman Resesi Ekonomi, Kebijakan Pro Ekspor Perlu Ditingkatkan

Bisnis | Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:13 WIB

Ancaman Ekonomi Dunia Mengerikan! Jokowi: Semua Negara Bisa Keluar Jalur dengan Sangat Mudah

Ancaman Ekonomi Dunia Mengerikan! Jokowi: Semua Negara Bisa Keluar Jalur dengan Sangat Mudah

News | Selasa, 11 Oktober 2022 | 11:04 WIB

Harga Sawit Terbaru di Jambi Anjlok hingga Rp 645 per Kilogram

Harga Sawit Terbaru di Jambi Anjlok hingga Rp 645 per Kilogram

Serang | Minggu, 09 Oktober 2022 | 03:37 WIB

Rendahnya Upah Petani Bisa Ditunjang dengan Teknologi Ekosistem Digital

Rendahnya Upah Petani Bisa Ditunjang dengan Teknologi Ekosistem Digital

Serang | Jum'at, 07 Oktober 2022 | 00:55 WIB

Jokowi: 65,4 Juta UMKM, Baru 19 Juta yang masuk Platform Digital

Jokowi: 65,4 Juta UMKM, Baru 19 Juta yang masuk Platform Digital

Serang | Senin, 26 September 2022 | 20:20 WIB

OJK Kesulitan Berantas Pinjol Ilegal, Hingga Perkuat Regulasi

OJK Kesulitan Berantas Pinjol Ilegal, Hingga Perkuat Regulasi

Serang | Jum'at, 23 September 2022 | 16:34 WIB

Biasa Merugi, Garuda Indonesia Catatkan Laba di Tahun 2022

Biasa Merugi, Garuda Indonesia Catatkan Laba di Tahun 2022

Serang | Kamis, 22 September 2022 | 17:55 WIB

Terkini

Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol

Kontroversi Piala Dunia 2026: Wartawan Dilarang Bertanya dalam Bahasa Spanyol

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:56 WIB

Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Robek Gawang Jerman! Eks Rekan Justin Hubner Cetak Sejarah di Piala Dunia 2026

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:44 WIB

Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti

Ruang Ganti Brasil Memanas! Endrick Ngamuk Tak Dimainkan Carlo Ancelotti

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:25 WIB

Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi

Miroslav Klose Ikhlas Rekor Golnya di Piala Dunia Disalip Lionel Messi

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:18 WIB

Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?

Dilema Scaloni! Julian Alvarez atau Lautaro Martnez, Siapa Jadi Striker Argentina?

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:12 WIB

Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan

Vitinha Berani Garansi! Final Piala Dunia 2026 Messi vs Ronaldo Jadi Kenyataan

Bola | Senin, 15 Juni 2026 | 00:05 WIB

Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap

Sering Ditagih Warga, Alasan Kapolres Bekasi Kombes Sumarni Hubungi Sony Sonjaya Terungkap

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:36 WIB

Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?

Kabar Terbaru Tol Bocimi, Kapan Jalur Cibadak-Sukabumi Barat Mulai Bisa Dilintasi?

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:21 WIB

Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang

Viral Siswi SD Menangis Akibat Listrik Padam Saat OSN, Disdik Sukabumi Minta Ujian Diulang

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:09 WIB

6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu

6 Fakta Terbaru Pemeriksaan Wabup Syafrudin, Kasus Korupsi Tunjangan DPRD Indramayu

Jabar | Minggu, 14 Juni 2026 | 23:02 WIB