"Gak punya malu. Gak punya otak. Gak punya hati. Gak punya nurani. Shame
on you! And you too, @FIFAcom !!!" Tulis akun @sir*****if
"1 Oktober sebuah tragedi menghilangkan ratusan nyawa. 18 hari kemudian
federasinya bikin acara fun football. Fun football yang gak fun sama
sekali." ungkap akun @And*****he
"Potret tidak punya empati. Saat bertambahnya jumlah suporter yang
meninggal justru yg dilakukan federasi adalah kegiatan bersenang senang.
Memalukan," kata akun @eme*****tho
"Kalian tersenyum di sana, kami menangis di Malang.
Bangsat kalian semua!!!," tulis akun @tid*****ua
"setuju banget sih om mendingan maen bola fun football lah ya daripada
nyelesein tragedi kanjuruhan? ngapain sih punya empati segala ya? untuk
skornya nyawa melayang 133-0 hati nurani ," ngkap akun @who****fi
Hingga saat artikel ini ditayangkan, unggahan terkait foto-foto Presiden
FIFA dan ketua PSSI beserta pemangku kepentingan sepak bola Indonesia
bermain 'Fun Football' di Stadion Madya, Komplek Gelora Bung Karno,
Senayan Jakarta itu mendapat atensi dari publik di twitter yakni 4.474
retweet dengan 4.633 komentar.
![Superter Aremania Cahayu Nur Dewata, satu diantara ratusan yang jadi korban tragedi Kanjuruhan yang mengalami bagian mata memerah akibat gas air mata aparat kepolisian. [ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/wsj]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/10/12/1-superter-aremania-cahayu-nur-dewata-jadi-korban-tragedi-kanjuruhan-matanya-memerah-mata-merah.jpg)
Sebelumnya diketahui, Presiden FIFA Gianni Infantino sendiri datang
berkunjung ke Indonesia untuk membahas tentang terkait Tragedi Kanjuruhan
dan beberapa hal penting lainnya. Infantino beserta jajarannya kemudian
menyambangi Kantor PSSI setelah sebelumnya dihari yang sama bertemu
dengan Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta.
Sementara itu, Masih di hari yang sama yakni, Selasa (18/10/2022), tim
penyidik Polda Jawa Timur menjadwalkan pemeriksaan terhadap Ketua Umum
PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule dan Wakil Ketua Umum PSSI Iwan
Budianto sebagai saksi tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang.
Seharusnya, Iwan Bule dan Iwan Budianto diperiksa di Polda Jatim, Selasa
(18/10), namun PSSI mengirimkan surat permohonan penundaan pemeriksaan
yang ditandatangani Sekretaris Jenderal PSSI Yunus Nusi.
Baca Juga: DFSK Gelora E Jadi Ambulans Bertenaga Listrik Pertama di Indonesia
"Rencananya, penyidik memeriksa ketua PSSI dan wakil ketua. Namun
demikian, ada surat permohonan penundaan pemeriksaan dari Sekjen PSSI,"
kata Dirmanto seperti dikutip dari ANTARA di Surabaya, Selasa
(18/10/2022).