Pelarangan Penjualan Obat Sirup, Pedagang di Pasar Pramuka Mengeluh Sepi Pembeli

Serang

Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:12 WIB
Pelarangan Penjualan Obat Sirup, Pedagang di Pasar Pramuka Mengeluh Sepi Pembeli
Ilustrasi toko pedagang obat yang tutup di pasar Pramuka, Jakarta Timur. (suara.com/Kurniawan Mas'ud)

Badan Pengawasan Obat dan Minuman (BPOM) belum mengeluarkan daftar resmi obat sirup yang dilarang dikonsumsi oleh anak-anak. Namun, sejumlah obat yang diduga penyebab penyakit ginjal akut itu beredar luas di media sosial.

Berkaitan dengan hal tersebut, penjual obat di Pasar Pramuka, Jakarta Timur, juga ikut terkena imbasnya.

Buyung (43), salah satu pedagang obat yang merasa bahwa hampir tidak ada pembeli yang membeli obat sirup dari tokonya dalam dua hari terakhir.

"kan beritanya juga baru-baru ini kan. Hampir ngga ada pembeli samapi hari ini," kata Buyung saat ditemui Suara.com di tokonya, Kamis (20/10/2022).

Dia mengatakan penurunan omset penjualan tidak hanya berdampak pada obat sirup penurun demam untuk anak-anak, tapi juga segala macam jenis obat sirup, bahkan untuk orang dewasa.

Sejauh ini, Buyung mengaku belum ada sosialisasi dari pemerintah atau pengelola pasar mengenai jenis obat sirup yang dilarang.

Ia pun tak mau ambil risiko, pria yang telah berjualan obat sejak 1997 ini,
mengaku tidak akan menambah stok obat sirup sampai ada pengumuman resmi dari pemerintah.

"Ngga nyetok dulu. Sebelum ada keputusan resmi. Entar rugi sendiri kita," imbuhnya.

Katanya juga, menjelang adanya kabar berita tersebut, obat cair jenis sirup khusus untuk anak-anak adalah salah satu barang terlaris, terutama untuk menurunkan demam.

baca juga

"Laku semua sih yang obat-obat untuk demam yang sekarang lafi ramai itu. Khusus yang buat anak-anak,” ujarnya.

Di etalase toko Buyung masih terdapat jenis obat sirup yang masih tersusun dengan rapi, mulai dari pereda demam hingga obat batuk berbagai merek, terutama untuk anak-anak dan orang dewasa.

Minta Pemerintah Untuk Beri Penjelasan

Pedagang obat di pasar Pramuka terdampak setelah obat sirup penurun panas dilarang dikonsumsi anak-anak. [Suara.com/Yaumal]
Pedagang obat di pasar Pramuka terdampak setelah obat sirup penurun panas dilarang dikonsumsi anak-anak. (sumber: Suara.com/Yaumal)

Di sisi lain, Ketua Paguyuban Pedagang Obat Pasar Pramuka berharap pemerintah segera memperjelas batas waktu penghentian sementara penjualan obat sirup penurun demam.

"Ada batas waktu obat ini untuk expired. Teman-teman ini (penjual obat) ini bukan rugi Rp 10 juta atau Rp 20 juta, bisa rugi ratusan juta. Walau kecil tapi jumlahnya kan banyak," kata Yoyon.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan pemerintah memerintahkan penghentian sementara penjualan obat sirup  di apotek atau toko obat.

Larangan tersebut muncul selama penyelidikan terhadap risiko infeksi, setelah munculnya kasus gangguan gagal ginjal akut pada anak.

"Kami terus melakukan investigasi dan melakukan beberapa hal untuk mengidentifikasi kelainan ginjal akut pada anak ini, salah satunya adalah
penyebab infeksi dari obat-obatan," kata Dante di Jakarta, Rabu (19/10/2022). 

"Obat-obatan itu telah dilakukan pemeriksaan di laboratorium pusat forensik dan saat ini kami sedang identifikasi lagi obat mana yang dapat menyebabkan kelainan ginjal," katanya.

Dante juga mengatakan, pemerintah tidak melarang penggunaan paracetamol, tetapi melarang penggunaan obat-obatan berbentuk sirup cair yang mungkin terkontaminasi etilen glikol (EG).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Obat Sirup Tercemar Etilen Glikol Bakal Dimusnahkan BPOM, Ini Merek Serta Harganya di Pasaran

Obat Sirup Tercemar Etilen Glikol Bakal Dimusnahkan BPOM, Ini Merek Serta Harganya di Pasaran

Health | Kamis, 20 Oktober 2022 | 20:00 WIB

Berikut Ini Daftar Obat Yang Disampaikan BPOM Diduga Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) Diatas Batas Aman.

Berikut Ini Daftar Obat Yang Disampaikan BPOM Diduga Mengandung Cemaran Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) Diatas Batas Aman.

Tangsel | Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:59 WIB

Kemenkes Minta Hentikan Penggunaan Obat Sirup untuk Sementara

Kemenkes Minta Hentikan Penggunaan Obat Sirup untuk Sementara

Foto | Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:22 WIB

18 Obat Sirop Ini Klaim Aman dari Etilen Glikol Penyebab Gagal Ginjal Akut

18 Obat Sirop Ini Klaim Aman dari Etilen Glikol Penyebab Gagal Ginjal Akut

Health | Kamis, 20 Oktober 2022 | 19:12 WIB

Dilarang Konsumsi, Cara Menurunkan Demam pada Anak selain Paracetamol Sirup

Dilarang Konsumsi, Cara Menurunkan Demam pada Anak selain Paracetamol Sirup

Serang | Kamis, 20 Oktober 2022 | 18:11 WIB

65 Persen Kematian Anak di RSCM Akibat Gagal Ginjal Akut Misterius

65 Persen Kematian Anak di RSCM Akibat Gagal Ginjal Akut Misterius

Serang | Kamis, 20 Oktober 2022 | 17:46 WIB

Bio Farma Klaim 40,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Telah Habis Masa Simpan

Bio Farma Klaim 40,8 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Telah Habis Masa Simpan

Serang | Selasa, 30 Agustus 2022 | 23:04 WIB

Terkini

Jalur Tanker Alternatif Terbuka, Harga Minyak Dunia Mulai Melandai

Jalur Tanker Alternatif Terbuka, Harga Minyak Dunia Mulai Melandai

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:51 WIB

Diskon Tiket Kereta hingga Kapal Laris Manis, Serapan Stimulus Tembus 98%

Diskon Tiket Kereta hingga Kapal Laris Manis, Serapan Stimulus Tembus 98%

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:48 WIB

Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar

Duit Asing Keluar dari Indonesia Tembus Rp74 Triliun,OJK Nilai Masih Bagian Dinamika Pasar

Bisnis | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:45 WIB

BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp 373 Juta

BAIC T1 Resmi Meluncur di GIIAS 2026 dengan Harga Spesial Mulai Rp 373 Juta

Otomotif | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:44 WIB

5 Sepatu Lari Wanita Paling Nyaman dan Empuk, Cocok untuk Jogging hingga Maraton

5 Sepatu Lari Wanita Paling Nyaman dan Empuk, Cocok untuk Jogging hingga Maraton

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:43 WIB

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

Kembali ke Bentuk Asli 1914, Prabowo akan Resmikan Renovasi Cagar Budaya Stasiun Tawang

News | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:41 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan

4 Zodiak Paling Beruntung 30 Juli 2026, Peluang dan Rezeki Menanti di Akhir Bulan

Lifestyle | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:37 WIB

BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation

BRI Percepat Transformasi Demi Perkuat Fundamental dan Value Creation

Riau | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:36 WIB

Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka

Fakta Baru Kasus Kebakaran Maut Tewaskan Santri di NTB, Polisi Tambah Pasal untuk Tersangka

Bali | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:33 WIB

BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan

BRI dan Danantara Perkuat Transformasi untuk Pertumbuhan Perekonomian Rakyat yang Berkelanjutan

Lampung | Kamis, 30 Juli 2026 | 08:32 WIB

×