Panda Nababan Saksi Hidup yang Beberkan ada Informasi BIN dan BAIS Awal Hubungan Panas Mega-SBY

Serang

Kamis, 24 November 2022 | 20:56 WIB
Panda Nababan Saksi Hidup yang Beberkan ada Informasi BIN dan BAIS Awal Hubungan Panas Mega-SBY
Wartawan dan Politisi Senior PDI Perjuangan, Panda Nababan. (youtube/Bang Panda)

Fakta yang diungkap oleh wartawan dan politisi senior Panda Nababan, yang mengatakan bahwa Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY telah melakukan berbagai upaya agar bisa bertemu dengan Megawati setelah memenangkan Pemilu 2004 lalu.

Panda mencontohkan saat dimana SBY mengutus teman dekat yang sama-sama mengenal Megawati untuk bertemu, namun upaya tersebut tidak berhasil dilakukan.

Megawati, ungkap Panda, yang saat itu sebagai Presiden, memiliki sumber informasi dari Badan Intelijen Negara (BIN), dari Badan Intelijen Strategis Militer (BAIS), dan dari berbagai kolega-koleganya, yang diartikan bahwa Megawati bisa mudah dan transparan mengetahui setiap gerakan-gerakan yang dilakukan SBY.

Sepertinya, Megawati sudah terlanjur kecewa dengan SBY sebagai imbas dari pernyataan-pernyataan SBY yang saat itu menjadi Menkopolhukam 'ngomong' dibelakang Megawati saat dirinya menjadi Presiden ke-5 Indonesia.

“Suatu ketika, Mega mengumpulkan kami, Taufiq suaminya, Pramono Anung, Tjahjo Kumolo dan saya di rumah Teuku Umar. Dia meminta saya untuk bertemu SBY," kata Panda Nababan dalam akun YouTube pribadinya, Bang Panda yang berjudul 'SBY Bohongi Mega' yang telah diunggah satu tahun lalu.

Megawati dan SBY Megawati [Suara.com/Muhaimin A Untung]
Megawati dan SBY Megawati (sumber: Suara.com/Muhaimin A Untung)

Dalam pertemuan di rumah pribadi Megawati itu, Taufiq Kiemas meminta Megawati sebagai Ketua Umum PDIP untuk bertemu dengan SBY. Namun ketika itu, Megawati tak lantas mengiyakan saran dari suaminya itu.

"(Kata Megawati) wah nggak, kalau mau ketemu saya harus ada klarifikasi dulu, kata dia" cerita Panda.

Kemudian, dalam cerita yang diungkap Panda Nababan itu, Taufiq Kiemas pun mengajukan diri kepada Megawati untuk bertemu dengan SBY.

"Kalau ndak, aku aja, kata Taufiq," ujar Panda.

baca juga

"wah ndak, kalau kau yang pergi, sama saja dengan diriku, jawab Mega," Panda Melanjutkan. 

Setelah lama mereka berunding, Megawati lantas mengajukan lima pertanyaan, untuk kemudian diteruskan agar dikonfirmasi dan diklarifikasi langsung oleh SBY.

“Apakah benar dia (SBY) pernah mengatakan, saya ini sudah di comberan tapi diwongke sama mbak Mega, kemudian ada juga pertanyaan bahwa betul dia pernah mendatangi Mega menanyakan mbak Mega apakah bersedia menerima dia sebagai calon Wakil Presiden," kata Panda.

Panda Nababan saat bertemu dengan SBY [youtube Bang Panda]
Panda Nababan saat bertemu dengan SBY (sumber: youtube Bang Panda)

Waktu pun sudah larut malam, kata Panda, Megawati lalu mengutus Pramono, Tjahjo dan Panda bertemu SBY di istana. Namun, saat hendak keluar gerbang kediaman, Megawati menghentikan laju mobil dan menyuruh Tjahjo Kumolo dan Pramono Anung turun dari mobil.

Panda menjelaskan bahwa Megawati mempercayakan dirinya yang keturunan Batak,  bisa berangkat sendiri karena lugas berbicara dan berani serta mencatat dengan baik isi dari pertemuan dengan SBY, karena memiliki latarbelakang sebagai wartawan.

"Berangkatlah aku sendiri ke istana, dan ketemulah aku dengan SBY, aku sampaikan semua pertanyaan, satupun tidak ada yang dia jawab, dia cuma bersandar melihat langit-langit, waduh dramatis pertemuannya, mencekam tidak ada dialog," ungkap Panda.

Karena merasa sudah larut malam, alih-alih pisang goreng dan martabak yang disajikan oleh istana sudah habis, Panda pun pamit pulang.

Siang keesokan harinya Panda pun berangkat ke Denpasar, Bali. Saat bertemu Megawati, dia langsung menceritakan kisahnya dari pertemuan malam itu.

"Reaksi Mega, 'kan bener, mana berani dia terbuka ke saya'. Apa yang saya ceritakan tadi, saya tuangkan dalam buku otobiografi saya," tutup Panda.

Buku otobiografi Panda Nababan itu ia beri judul 'Panda Nababan Lahir sebagai Petarung'.

Megawati Soekarnoputri duduk satu meja dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara agenda welcoming dinner KTT G20 di Garuda Wisnu Kencana Culture park, Bali. [Twitter/@jansen_jsp]
Megawati Soekarnoputri duduk satu meja dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara agenda welcoming dinner KTT G20 di Garuda Wisnu Kencana Culture park, Bali. (sumber: Twitter/@jansen_jsp)

Diketahui sebelumnya, hubungan retak Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sudah tidak harmonis atau 'perang dingin' sejak tahun 2003. 

Dimana saat itu SBY menjabat posisi Menkopolhukam di kabinet Megawati, dan memutuskan untuk maju sebagai calon presiden pada pemilu 2004 bersaing dengan Megawati.

Alasannya SBY kala itu diungkapkan oleh Sekretaris Menkopolhukam Sudi Silalahi, bahwa SBY mengeluh dan merasa dikucilkan oleh pihak istana karena tidak diajak rapat kabinet ditengah situasi politik yang tengah memanas.

Keluhan SBY itu kemudian ditanggapi oleh suami Megawati, Taufik Kiemas yang menyebut bahwa SBY seperti 'anak kecil' dan tak berani bicara langsung kepada Megawati saat tak diajak rapat kabinet, yang malah berkoar-koar di berbagai media massa saat itu.

Pernyataan-pernyataan SBY itu pun kemudian mendapat simpatik dari banyak kalangan masyarakat dan tokoh politik, hingga kemudian SBY dijuluki sebagai pihak yang 'terzalimi' secara politik.

SBY yang berpasangan dengan Jusuf Kalla akhirnya memenangkan pemilu 2004, mengalahkan Megawati (capres petahana) yang berpasangan dengan Hasyim Muzadi. Bahkan Megawati menolak hadir saat SBY-JK membacakan sumpah presiden dan wakil presiden di Istana Negara dan berbagai undangan SBY lainnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Busuk yang Terkuak! SBY di Comberan, 'Diwongke' mbak Mega, Awal Seteru Megawati-SBY Diungkap Politisi Senior PDIP Panda Nababan

Busuk yang Terkuak! SBY di Comberan, 'Diwongke' mbak Mega, Awal Seteru Megawati-SBY Diungkap Politisi Senior PDIP Panda Nababan

Serang | Kamis, 24 November 2022 | 17:29 WIB

Panda Nababan Beberkan Mata dan Telinga Megawati Banyak, Pernah Minta BIN Pantau Pergerakan SBY

Panda Nababan Beberkan Mata dan Telinga Megawati Banyak, Pernah Minta BIN Pantau Pergerakan SBY

News | Kamis, 24 November 2022 | 16:01 WIB

Kisah SBY yang Tolak Jawab 5 Pertanyaan Megawati

Kisah SBY yang Tolak Jawab 5 Pertanyaan Megawati

News | Kamis, 24 November 2022 | 15:55 WIB

Utus Panda Nababan Bertemu di Istana, Megawati: Mana Berani SBY Terbuka ke Saya

Utus Panda Nababan Bertemu di Istana, Megawati: Mana Berani SBY Terbuka ke Saya

News | Kamis, 24 November 2022 | 14:54 WIB

Buka-bukaan Politisi PDIP Panda Nababan Bongkar Sifat Jokowi-Surya Paloh: Mereka Punya Bakat Membalas, Itu Ngeri!

Buka-bukaan Politisi PDIP Panda Nababan Bongkar Sifat Jokowi-Surya Paloh: Mereka Punya Bakat Membalas, Itu Ngeri!

News | Kamis, 24 November 2022 | 13:12 WIB

Tafsir Rocky Gerung membaca Dendam Jokowi pada Surya Paloh di Momentum Royal Wedding Kaesang

Tafsir Rocky Gerung membaca Dendam Jokowi pada Surya Paloh di Momentum Royal Wedding Kaesang

Serang | Rabu, 23 November 2022 | 19:56 WIB

Kompak Berbaju Biru, SBY dan Megawati Satu Meja Makan Malam Bersama di GWK Bali

Kompak Berbaju Biru, SBY dan Megawati Satu Meja Makan Malam Bersama di GWK Bali

Serang | Selasa, 15 November 2022 | 21:20 WIB

Analisa Pakar: Demokrat Merasa Dipecundangi, SBY Turun Gunung Cari Kambing Hitam

Analisa Pakar: Demokrat Merasa Dipecundangi, SBY Turun Gunung Cari Kambing Hitam

Serang | Jum'at, 30 September 2022 | 20:57 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×