Laman situs kepresidenan hilang alias kena suspend. Bahkan siapa pun tidak dapat mengakses web resmi Presiden Republik Indonesia.
Tiba-tiba laman web atau situs kepresidenan tidak dapat diakses masyarakat, bahkan terdapat pemberitahuan saat memasukkan nama domain tersebut.
Saat Serang.suara.com cek fakta terkait situs presiden dengan nama domain presiden.go.id. Tertera tulisan atau pengumuman di wall website.
"Opss! situs tidak ditemukan"
"Situs yang Anda tuju saat iin tidak aktif, atau telah ada kesalahan ketik"
"Silakan memeriksa kembali alamat situs yang Anda tuju"
Demikian tulisan atau pengumuman yang tertera di laman situs yang sebelumnya aktif mengabarkan tentang berita terbaru Presiden Republik Indonesia.
Mencari tahu hal itu ke Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Kominfo buka suara, dan menyatakan kalau situs tersebut mereka tangguhkan atau hilangkan alias suspend.
![situs presiden ri yang aktif dan benar [SS/Kariadil Harefa]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2022/11/24/1-situs-presiden-ri-yang-aktif.jpg)
Kominfo Buka Suara dan Ini Alasannya
Biro Humas Kementerian Kominfo menyampaikan, bahwa situs resmi Presiden Republik Indonesia (RI) saat ini adalah presidenri.go.id. Kemudian tidak ada nama selain dari nama domain tersebut.
Baca Juga: Bocah 5 tahun Azka Sedang Nonton TV Sebelum 3 hari Tertimbun Bangunan Runtuh Pasca Gempa Cianjur
Adapun situs web atau laman presiden.go.id bukan dan atau merupakan domain dari website resmi Presiden RI saat ini.
Biro Humas Kementerian Kominfo melanjutkan, nama domain tersebut pernah diajukan untuk aktif kembali 29 April 2015.
Hanya saja telah kedaluwarsa atau out of date, tertanggal 29 April 2016 selain itu jarang dan atau tidak pernah dipergunakan.
"Karena tidak digunakan dalam jangka waktu yang lama, maka nama domain tersebut telah ditangguhkan (suspended) sejak 7 September 2021," terang Biro Humas Kominfo RI, Selasa, 22 November 2022.
Biro Humas menegaskan, bahwa Kementerian Kominfo telah menghapus nama domain presiden.go.id agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. [*]