Serang Suara - Paul McCartney ungkap penggunaan AI dalam rekaman terakhir The Beatles, dengan memamerkan suara John Lennon yang ditemukan dalam rilis terakhir atau demo lama.
Sir Paul McCartney, legenda dari band The Beatles, mengungkapkan bahwa kecerdasan buatan (AI) telah menggunakan suara vokalis utama, John Lennon, dari demo lama dalam proses pembuatan rekaman terakhir The Beatles.
Dalam wawancara dengan BBC pada hari Rabu (14/6/2023), Paul McCartney menjelaskan, "Kami telah berhasil menyelesaikannya dan rencananya akan dirilis tahun ini".
McCartney melanjutkan dengan mengatakan bahwa teknologi AI telah membantu dalam mengolah suara John Lennon yang terekam dalam lagu demo.
Demo tersebut berisi lagu konsep yang dinyanyikan oleh John Lennon dengan iringan piano.
Lagu demo ini merupakan bagian dari kaset berlabel "For Paul" yang direkam sebelum kematian John Lennon pada tahun 1980.
Setelah berhasil mengekstrak vokal John Lennon, Paul McCartney kemudian bekerja untuk menyempurnakan seluruh komposisi lagu dengan lebih lengkap.
![Personel The Beatles saat foto di teras hotel di Milan, Italia, dengan katedral Duomo sebagai latar sebelum konserdi Vigorelli Velodrome, 24 Juni 1965. Sebanyak 7.000 penonton hadiri konser empat pemuda dari Liverpool itu. [Instagram/TheBeatles]](https://media.suara.com/suara-partners/serang/thumbs/1200x675/2023/06/14/1-the-beatles.jpg)
Dalam proses ini, suara John Lennon didapatkan oleh Paul McCartney melalui istrinya, Yoko Ono, seperti yang dilaporkan oleh BBC.
Sebelumnya, The Beatles telah merilis dua lagu yang berasal dari demo tersebut, yaitu "Free As a Bird" dan "Real Love", yang diluncurkan pada tahun 1995 dan 1996.
Baca Juga: Catat! Ini Tanggal dan Kota Tujuan Konser Musik Slank Dalam Perayaan 25 Tahun Album 7
Namun, masih ada satu lagu lagi yang hingga saat ini belum dapat diselesaikan.
Menurut laporan BBC, The Beatles berencana merilis lagu ciptaan John Lennon tahun 1978 yang berjudul "Now and Then".
Sayangnya, John Lennon tidak pernah menyelesaikan rekaman lagu tersebut sebelum tragis dibunuh pada tahun 1980.
McCartney menggambarkan teknologi AI sebagai "sedikit menakutkan namun menggembirakan," sambil menambahkan, "Kita hanya perlu melihat ke mana itu akan mengarah." [*]