Serang.suara.com - Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Berlin menggeral Acara pertemuan di Wilayah KBRI Berlin. Acara ini digelar di KBRI Berlin pada Sabtu (5/8/2023) pukul 15.00 CET.
Dalam acara ini dihadiri 52 peserta dari pengurus PPI Berlin, Thringen, Halle, Leipzig, Greifeswald, Brandenburg, Anhalt, Dresden dan Rostock.
Koordinator Fungsi Protokol dan Konsuler KBRI Jerman Satriyo Pringgodhani mengingatkan pentingnya mahasiswa baru untuk mengisi aplikasi Lapor Diri sehingga keberadaannya di Jerman dapat terus diikuti oleh kantor perwakilan Indonesia.
“Dengan lapor diri, kami di KBRI akan dapat membangun komunikasi dengan mahasiswa Indonesia di Jerman untuk membantu dan melayani dalam proses adaptasi juga selama mahasiswa mengikuti studi,“ kata Dani dalam keterngannya, Sabtu (12/8/2023)
Atase Kepolisian Kombes Pol. Shinto Silitonga menjelaskan ada beberapa permasalahan hukum yang terjadi dalam semester pertama tahun 2023 mulai dari kasus kejahatan siber tiket hunter yang menjual tiket pesawat sangat murah. Namun, ternyata tiket-tiket itu tidak dapat di-issued.
“(Sehingga-red) berdampak pada 530 korban yang dominan WNI di hampir seluruh Jerman dan akibatkan kerugian Rp10,5 miliar,” kata Shinto dalam keterangannya, Sabtu (12/8/2023)
Selain itu, ada pula kasus pidana penyebaran konten pornoaksi anak di Aachen, pembuatan konten porno public figure remaja gunakan aplikasi dan disebarkan di media sosial hingga pergerakan kelompok intoleran yang menyasar ke mahasiswa baru untuk direkrut dengan cara yang sistematis dan halus.
“PPI bisa menjadi wadah untuk mahasiswa baru bisa berkomunikasi, berkonsultasi dan bersama mencari solusi agar permasalahan di atas tidak terjadi pada generasi muda kita yang saat awal datang tentu saja masih berupaya keras menghadapi shock culture,” ucapnya.
Ditambahkan, Atase Pertahanan Kol. Inf. Budi Wibowo menerangkan jika salah satu bentuk bela negara mahasiswa dapat diaktualisasikan dengan prestasi di tempat pendidikan masing-masing yakni menyelesaikan studinya dengan waktu yang cepat dan hasil yang membanggakan.
Baca Juga: 5 Fakta Putra Mahkota Keraton Solo Sempat Tabrak Lari Pemotor, Kasus Berakhir Damai
“Bela negara tidak dimaknai hanya dengan siap sedia menghadapi musuh negara, namun dapat diimplementasikan di bidang masing-masing, seperti berprestasi dalam pendidikannya, ini yang harus menjadi motivasi,“ tegas Budi.