Serang.suara.com - Kapolresta Cilacap Kombes Fannky Ani Sugiharto mengaku ditelepon Kapolri dan Panglima TNI terkait dengan video viral perundungan dan penganiayaan siswa SMP di Cilacap, Jawa Tengah. Ia pun mengumpulkan perangkat desa, guru SMP tempat korban dan pelaku perundungan bersekolah, perwakilan Kajari, Dandim 0703 Cilacap, serta Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap lantaran kasus ini telah mendapat perhatian UNESCO. Pertemuan tersebut digelar di aula Polresta Cilacap.
"Terima kasih sudah pada hadir dari guru maupun perangkat desa. Karena ini perlu kami koordinasikan bersama setelah beredar aksi penganiayaan. Kenapa kami kumpulkan bapak-ibu sekalian. Sebab, saya tadi ditelepon Staf Presiden, Panglima TNI, Kapolri, lalu Menteri PMK, karena kasus ini mendapat perhatian dari UNESCO," kata Fannky saat memimpin rapat, Rabu, 27 September 2023.
Sebelumnya, viral video perundungan dan penganiayaan siswa SMP di Cimanggu, Kabupaten Cilacap. Video berdurasi 4 menit 14 detik yang viral di media sosial tersebut memperlihatkan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang siswa dengan seragam yang sama.
Video tersebut memperlihatkan beberapa anak-anak SMP yang sedang berkumpul. Salah satu dari mereka yang memakai topi terlihat menganiaya seorang temannya. Pelaku menganiaya korban berkali-kali hingga tersungkur. Teman-temannya yang menyaksikan kejadian itu berusaha menghentikan pelaku. Namun pelaku mengancam mereka agar tidak ikut campur dengan menggunakan bahasa Sunda.
Pelaku bully siswa SMP di Cilacap tersebut kini telah diamankan pihak kepolisian. Hingga kini, belum diketahui penyebab pasti pelaku melakukan perundangan dan penganiayaan terhadap korban.