Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan, Komisaris Perusahaan PT Electronic Technology Indoplas Tak Terima Dakwaan JPU

Serang

Selasa, 10 Oktober 2023 | 01:17 WIB
Dituduh Gelapkan Uang Perusahaan, Komisaris Perusahaan PT Electronic Technology Indoplas Tak Terima Dakwaan JPU
Sidang eksepsi penggelapan uang perusahaan dengan terdakwa WNA Korea Selatan yang merupakan Komisaris Perusahaan Percetakan di PN Tangerang, Senin (9/10). (Suara Serang/Wawan Kurniawan)

Suara Serang - Sidang yang melibatkan Komisaris PT Electronic Technology Indoplas, Lee Soo Hyun yang merupakan warga negara Korea Selatan sebagai terdakwa kembali digelar Pengadilan Negeri (PN) Tangerang.

Lee Soo Hyun di dakwa setelah diduga melakukan penggelapkan uang perusahaaan percetakan Injeksi Plastik yang berlokasi di Kota Tangerang tersebut.

Pada sidang yang berlangsung di Ruang 1 Pengadilan Negeri Tangerang itu mengagendakan penyampaian nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Tim Kuasa Hukum Lee Soo Hyun, Alfonso Atukota mengatakan, eksepsi tersebut dilakukan lantaran pihaknya menilai dakwaan yang disampaikan JPU tidak adil.

"Memang proses di pengadilan ini harus diperiksa, tapi haknya terdakwa untuk menyampaikan keberatan atas proses hukum ini, karena klien kami meminta kepada hakim untuk memutuskan perkara ini adalah  perdata bukan pidana," ujar Alfonso Atukota di PN Tangerang, Senin (9/10/2023).

"Persoalan ini hanyalah perselisihan antara pemegang saham saja, tapi karena keduanya sudah tidak saling bertegur sapa, lalu melebar ke hal yang lain, sampai dicari celah pidananya," lanjutnya.

Alfonso juga menjelaskan, terdapat sejumlah poin nota keberatan yang disampaikan dalam persidangan tersebut.

Mulai dari berkas BAP yang tidak diterima pihaknya, hingga surat dakwaan yang dinilai diberikan JPU terhadap kliennya dalam waktu yang lama.

"Pertama, sampai hari ini kami tidak menerima BAP padahal dalam Pasal 143 ayat 4 itu jelas, ketika perkara itu dilimpahkan ke pengadilan maka kuasa hukum harus sudah mendapat BAP dan sudah kami minta berulang-ulang, tapi belum menerima itu, lalu adalah perihal surat dakwaan yang sudah kami minta 1-2 minggu sebelumnya, tapi baru disampaikan setelah itu (JPU membacakan dakwaan)," terang Alfonso.

baca juga
Tim kuasa hukum Lee Soo Hyun usai menjalani sidang eksepsi terkait kasus penggelapan uang perusahaan dengan terdakwa WNA Korea Selatan yang merupakan Komisaris Perusahaan Percetakan di PN Tangerang, Senin (9/10). [Suara Serang/Wawan Kurniawan]
Tim kuasa hukum Lee Soo Hyun usai menjalani sidang eksepsi terkait kasus penggelapan uang perusahaan dengan terdakwa WNA Korea Selatan yang merupakan Komisaris Perusahaan Percetakan di PN Tangerang, Senin (9/10). (sumber: Suara Serang/Wawan Kurniawan)

Selain itu, pelaksanaan sidang yang dilangsungkan secara daring atau online kepada terdakwa Lee Soo Hyun juga dinilai menjadi hal yang penuh kejanggalan.

Menurutnya, kliennya tersebut seharusnya dihadirkan secara langsung dalam persidangan dan bukan melalui zoom. Sebab, kendala penggunaan bahasa asing ke Bahasa Indonesia mempersulit kliennya tersebut untuk mengikuti pemeriksaan persidangan.¶

"Terdakwa ini adalah orang asing dan kami minta dia harus hadir, jadi harus sidang offline, bukan malah online atau daring, karena sidang yang sesungguhnya terdakwa harus ada di ruang sidang," ujarnya.

"Selain berbenturan dengan bahasa asing, sidang offline itu mempengaruhi pemeriksaan baik dari gestur atau mimik wajah," sambungnya.

Sementara itu kuasa hukum lain Lee Soo Hyun, Anas Nazarudin menambahkan, jumlah nominal uang dalam perkara tersebut berbeda antara yang disampaikan JPU dengan perhitungan audit pihaknya.

Kemudian jenis transaksi yang disampaikan JPU dalam dakwaan juga dinilai menimbulkan pertanyaan besar. Sebab menurutnya, terdapat nominal uang Rp20 yang diterima secara fisik (cash) oleh kliennya tersebut.

"Dalam dakwaan, nominal uang yang diterima klien kami secara cash ada sejumlah 20 rupiah, yang mana hari ini tidak ada lagi uang senilai itu," lanjutnya.

"Selain itu, JPU menyampaikan uang yang klien kami terima sebesar Rp26 miliar, padahal hasil audit yang kami lakukan hanya Rp16 miliar, hal inilah yang kami nilai dakwaannya jaksa tidak cermat," kata Anas.

Sebagai informasi, sidang lanjutan atas perkara tersebut rencananya akan kembali dilaksanakan pada Senin (16/10/2023) pekan depan.

"Sidang lanjutannya perkara ini dilangsungkan minggu depan dengan agenx tanggapan atau jawaban atas eksepsi yang kami sampaikan hari ini," pungkas Anas. [*]

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Polisi Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp11,4 Miliar ke Singapura

Polisi Gagalkan Penyelundupan Bibit Lobster Senilai Rp11,4 Miliar ke Singapura

Serang | Senin, 09 Oktober 2023 | 17:41 WIB

Satu Dasawarsa Kepemimpinan Kepala Daerah di Tangerang Raya, Pengamat: Kesenjangan Masih Signifikan

Satu Dasawarsa Kepemimpinan Kepala Daerah di Tangerang Raya, Pengamat: Kesenjangan Masih Signifikan

Serang | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 22:03 WIB

Satu Dasawarsa Kebijakan di Tangerang Raya, Kebutuhan Rakyat atau Keinginan Pejabat?

Satu Dasawarsa Kebijakan di Tangerang Raya, Kebutuhan Rakyat atau Keinginan Pejabat?

Serang | Jum'at, 06 Oktober 2023 | 21:01 WIB

Terkini

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:40 WIB

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Rekor Buruk Timnas Indonesia di Piala AFF Semakin Panjang, Pemain Naturalisasi Tak Berkutik

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:39 WIB

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

100 Petani Sidomulyo Muba Serahkan Diri, Bela 4 Warga yang Dituduh Mencuri di Kebun Sendiri

Sumsel | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

Eks Penyidik KPK: Kasus Febrie Adriansyah Harus Dikembangkan ke Atas, Bawah, dan Samping

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:29 WIB

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Dari Batam Menuju Timnas Indonesia, Garudayaksa FC Buka Kesempatan bagi Talenta Muda

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:15 WIB

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

Tak Berdiri Sendiri, Pengamat Unas Endus Ada Sosok Berpengaruh di Kasus Eks Jampidsus

News | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 23:05 WIB

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Erick Thohir Evaluasi Skuad Timnas Indonesia Usai Gagal di Piala AFF 2026, John Herdman Out?

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:59 WIB

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Kata-kata Mengharukan Rizky Ridho Usai Timnas Indonesia Tersingkir dari Piala AFF 2026

Bola | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:36 WIB

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Tangis Haru Karsa, Rumah Reotnya di Klapanunggal Kini Kokoh Direnovasi Indocement

Bogor | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 22:17 WIB

×