Serang.suara.com – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka belakangan ini memang santer dikabarkan sebagai kandidat kuat cawapres pendamping Prabowo Subianto pada Pemilu 2024. Menanggapi hal itu, Ketua DPC PDIP Kota Solo FX Hadi Rudyatmo menyatakan Gibran otomatis keluar dari PDIP jika menerima pinangan sebagai cawapres Prabowo.
"Aturan partai sudah jelas, kalau sudah kamu di PDIP dicalonkan di partai lain, ya otomatis (hangus keanggotaan) to ya. Lha yang mencalonkan itu di mana, siapa, sebagai apa," kata Rudy, Selasa, 10 Oktober 2023.
Menurut Rudy, jika menerima pinangan Prabowo, Gibran tak perlu mengundurkan diri dari PDIP. Sebab, ucap Rudy, hal itu otomatis membuat Gibran keluar dari PDIP.
"Tidak usah keluar. Kalau sudah pindah partai, yo sudah otomatis (keluar) to yo," ujar mantan Wali Kota Solo tersebut.
Rudy menyebut keluarnya kader dari PDIP sebagai hal biasa. Rudy lalu mencontohkan beberapa kader PDIP yang otomatis keluar setelah maju lewat partai lain. Misalnya, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang pada 2011 gagal di pilkada Sragen saat maju lewat PDIP dan maju lagi lewat Gerindra, tapi sekarang sudah kembali ke PDIP.
"Contoh lain, almarhum Pak Slamet Suryanto (mantan Wali Kota Solo) awalnya dicalonkan dari PDIP. Setelah Rakercab Wali Kota dan Wakil Wali Kota yang diikuti 4 pasang, Pak Slamet maju lewat Partai Damai Sejahtera (PDS), otomatis keluar dari PDIP," tuturnya.
Rudy juga menjelaskan tanggapan Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri terkait dengan kader yang pindah partai. Menurut Rudy, selama ini Megawati tidak pernah mempersoalkan hal itu.
"Akeh contone (banyak contohnya). Dan Mbak Mega enggak mempersoalkan. Merasa terkhianati? Kalau terkhianati, sudah dari dulu bilangnya," ujar Rudy.