Cerita Rakyat Joko Kendil dari Jawa Tengah
![Ilustrasi Joko Kendil - Siapa Joko Kendil sebenarnya? [(Joko Kendil-Grasindo)]](https://media.suara.com/suara-partners/soreang/thumbs/1200x675/2022/10/09/1-ilustrasi-joko-kendil-siapa-joko-kendil-sebenarnya-joko-kendil-grasindo.jpg)
Joko Kendil aslinya merupakan cerita rakyat dari Jawa Tengah. Cerita rakyat Joko Kendil ini dulu dituturkan dalam bahasa Jawa.
Kini sudah banyak yang mengalih bahasakan penuturan kisah ini menjadi bahasa Indonesia sehingga bisa disimak oleh siapa saja.
Berikut ulasan singkat cerita rakyat Joko Kendil dari Jawa Tengah Jawa Tengah.
Dikisahkan seorang pangeran atau putra Raja ernama Joko Kendil, Putra Raja itu tidak dikehendaki dan mendapat kutukan berperawakan menjadi seperti kendil (tempat air).
Pangeran naas ini, masa kecilnya dititipkan pada seorang perempuan di desa. Perempuan itu hidup miskin. Akan tetapi, sejak kedatangan Joko Kendil, perempuan itu memiliki semangat hidup baru. Ia menjaga Joko Kendil bagaikan anaknya sendiri.
Suatu hari ketika Joko Kendil sudah dewasa, ia mengikuti sebuah sayembara untuk memenangkan seorang putri Raja untuk meminangnya.
Joko kendil ikut serta dalam sayembara itu dan menunjukkan kemampuannya. Ternyata, Joko Kendil lolos menjadi kandidat calon menantu Raja.
Joko Kendil berjodoh dengan putri bungsu sang Raja. Sang putri terpesona dengan melihat kebaikan hati Joko Kendil.
Bagi sang putri, fisik yang mirip dengan kendil itu tak masalah baginya, sebab yang terpenting baginya adalah karakter Joko kendil yang baik hati.
Baca Juga: Doa Bobotoh Menggema di Gor Saparua, Sepekan Tragedi Kanjuruhan
Pada prosesi pernikahan, setelah resmi menjadi pasangan suami istri, sang putri memeluk Joko Kendil, semua orang terheran-heran karena Joko Kendil berubah berperawakan menjadi pangeran berwajah sangat tampan.
Itu menandakan kutukan yang ditimpakan kepada Joko Kendil telah hilang. Wanita yang mencintainya dengan tulus telah mematahkan kutukan tersebut.
Itulah cerita rakyat tentang sosok Joko Kendil yang terkenal dikalangan masyarakat Jawa Tengah.
Sumber: Suara