Kisah Tragedi Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998, Sadis Puluhan Kepala Dipenggal, Hingga Kini Motifnya Masih Misteri

soreang

Jum'at, 14 Oktober 2022 | 16:16 WIB
Kisah Tragedi Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998, Sadis Puluhan Kepala Dipenggal, Hingga Kini Motifnya Masih Misteri
Tragedi pembunuhan dukun santet di Banyuwangi (wikipedia)

SuaraSoreang.id - Tragedi pembantaian terhadap orang yang diduga memiliki kemampuan mistik pernah terjadi di Indonesia, tepatnya pada Tahun 1998 di Banyuwangi.

Sejak tragedi memilukan tersebut, Banyuwangi dijuluki sebagai kota santet.

Ratusan orang menjadi korban dalam pembantaian dukun santet yang berlangsung dalam kurun waktu tujuh bulan dari bulan Februari hingga September 1998.  Hal ini pun menjadi salah satu kasus pelanggaran HAM berat yang belum terselesaikan hingga kini.

Berikut ulasan tentang tragedi pembantaian dukun santet banyuwangi tahun 1998 yang telah kami rangkum dari berbagai sumber.

Latar belakang

Semua berawal dari pendataan yang dilakukan oleh bupati pada kala itu, Purnomo Sidik. Ia mengirimkan radiogram pada tanggal 6 Februari 1998, kepada seluruh jajaran aparat pemerintahan dari camat hingga kepala desa untuk mendata orang-orang yang dianggap sebagai ‘dukun santet’.

 Tujuan dari pendataan ini, yakni untuk memberikan perlindungan kepada orang-orang yang diduga menjadi dukun santet di Banyuwangi.

Nahas, yang terjadi justru sebaliknya. Radiogram yang berisi data-data tersebut bocor dan diterima oleh sekelompok orang tidak bertanggung jawab.

Dari sinilah mulai terjadi penyisiran, kekerasan, sampai pembunuhan massal terhadap orang-orang yang diduga sebagai dukun santet di Banyuwangi.

baca juga

Tragedi Pembantaian Dukun Santet Banyuwangi 1998

Sejak dikeluarkannya radiogram oleh Bupati Banyuwangi pada bulan Februari 1998, sudah terjadi pembunuhan terhadap orang-orang yang diduga dukun santet. Terhitung sampai bulan Maret sudah dilaporkan lima kasus pembunuhan terhadap dukun santet telah terjadi.

Hingga pada bulan September, korban dari pembunuhan tersebut tercatat kurang lebih mencapai puluhan orang.

Tak tinggal diam, Purnomo Sidik kembali mengeluarkan radiogram dengan penegasan dari intruksi sebelumnya perihal pendataan untuk perlindungan terhadap orang-orang yang diduga dukun santet.

Akan tetapi, lagi-lagi pendataan ini meyebabkan pembantaian tersebut makin meluas. Dalam satu hari, disebutkan ada dua hingga Sembilan orang menjadi korban pembunuhan tersebut.

Jumlah Korban

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cerita Misteri, Mendapat Uang Gaib dari Sepasang Sosok Misterius

Cerita Misteri, Mendapat Uang Gaib dari Sepasang Sosok Misterius

Soreang | Kamis, 13 Oktober 2022 | 19:01 WIB

Berteman dengan Jin Sejak Kecil, Membawanya Menjadi Seorang Dukun

Berteman dengan Jin Sejak Kecil, Membawanya Menjadi Seorang Dukun

Soreang | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:39 WIB

4 Tanda Tempat Makan Gunakan Jin Penglaris, Lokasi Cuci Piring Jauh dan Ada Ruang Khusus

4 Tanda Tempat Makan Gunakan Jin Penglaris, Lokasi Cuci Piring Jauh dan Ada Ruang Khusus

Soreang | Kamis, 13 Oktober 2022 | 16:11 WIB

Terkini

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

Aksi Copet di Tengah Zikir Monas: iPhone 13 Wartawan dan Dompet Jemaah Lenyap

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 23:09 WIB

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Danantara Akui Banyak Masalah Luar Biasa Besar di BUMN, Janji Bereskan Utang Kereta Cepat

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

Satu Tahun Sekolah Rakyat, Ratusan Siswa Torehkan Prestasi

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

Taruna Bhakti Sekolah Rakyat Resmi Dimulai, Gus Ipul: Jadi Fondasi Bentuk Karakter Siswa

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

Apa Arti Kota Global Jika Betawi Kehilangan Akar? FBR Tagih Pergub Lembaga Adat ke Pramono

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:20 WIB

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Danantara: Seluruh BUMN Properti Dalam Kondisi Tidak Baik, Akan Dikonsolidasikan

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:15 WIB

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Kesukseskan Pemberantasan Judol Tak Hanya dari Turunnya Nominal Transaksi

Bisnis | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 22:01 WIB

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

Dukung Program Prioritas Presiden, Mendagri Tito Groundbreaking Sekolah Rakyat Kabupaten Biak Numfor

News | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Manfaatkan Pemutihan Pajak Kendaraan 1 hingga 31 Agustus 2026 di Riau

Riau | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:58 WIB

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Aston Villa Bungkam Indonesia All Stars 3-1 di GBK, Arkhan Kaka Cetak Gol Penghibur

Bola | Sabtu, 01 Agustus 2026 | 21:56 WIB

×