"Kamu juga boleh ngurus," kata Kalis.
Kali juga menjelaskan pada pihak yang mempertanyakan pentingnya negara ikut mengurusin kasus KDRT.
"Pertama, anggaran pemulihan korban besar. Negara mengeluarkan anggaran banyak di sektor kesehatan untuk pemulihan fisik dan psikis korban.
"Lalu, korban KDRT juga kehilangan produktivitas di tempat kerja yang tentunya juga bikin dampak nggak bagus buat pembangunan,"
Selain itu, kasus KDRT tak hanya berakibat fatal bagi penyintasnya. Tetapi saksi KDRT juga bisa terkena imbasnya, terutama bagi anak-anak.
"Kedua, yang menjadi saksi kekerasan dalam rumah tangga juga resiko kesehatan serius. Anak-anak ini jadi lebih sering sakit kepala serius, sakit pencernaan, gampang lelah lesu yang berakibat pada penurunan energi kapasitas mental dan motivasi," jelasnya.
Bahkan, yang bahaya adalah jika anak laki-laki menyaksikan langsung KDRT, maka dia berpeluang lebih besar menjadi pelaku di masa yang akan datang.
"Anak-anak laki-laki yang menyaksikan KDRT lebih berpeluang dua kali lebih besar untuk menjadi pelaku kekerasan untuk pasangannya dan anak anaknya di masa depan," kata Kalis.
Maka dari itu, Kalis mengajak siapapun untuk mengedukasi orang-orang terdekat jika ada pihak-pihak yang mengalami KDRT.
Baca Juga: Usai Dapat Maaf dari Lesti Kejora, Rizky Billar Sebut Bakal Berusaha Jadi Imam yang Baik
"Silakan edukasi orang-orang terdekat kalian untuk lebih peduli dan laporkan kalau ada KDRT di sekitar kalian," pungkasnya.