Sebelum Eksekusi Mati, Bharada E Akui Ingin Beri Pesan ini ke Brigadir J

soreang

Sabtu, 22 Oktober 2022 | 07:39 WIB
Sebelum Eksekusi Mati, Bharada E Akui Ingin Beri Pesan ini ke Brigadir J
Richard Eliezer ; Sidang Richard Eliezer ; Sidang Ferdy Sambo, Bharada E (Suara.com/Alfian Winanto)

SuaraSoreang.id - Terdakwa Richard Eliezer Pudihang Lumiu alias Bharada E akui terjebak dalam situasi sulit ketika hendak mengeksekusi mati Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J di rumah dinas mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo pada Jumat (8/7/2022) lalu.

Bhadara E akui dirinya memang sempat ingin menyelamatkan rekan kerjanya, Brigadir J.

Pengakuan Bharada E itu diungkap oleh pengacaranya, Ronny Talapessy yang menyebutkan bahwa momen tersebut terjadi saat kliennya berhadap-hadapan dengan Brigadir J.

Namun upaya penyelamatan itu tak sempat dilakukan Bharada E, mengingat desakkan dari Ferdy Sambo untuk segera menembak Brigadir J.

Pengakuan Bharada E yang diungkapkan oleh pengacaranya itu merupakan respon dari surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang kemarin.

Dalam surat dakwaannya, JPU menyatakan bahwa tak ada upaya dari Bharada E untuk melakukan penyelamatan kepada Brigadir J.

Padahal, menurut JPU, Bharada E memiliki kesempatan untuk melakukan upaya penyelamatan itu.

Bharada E dikatakan JPU, hanya diam saja setelah mengetahui bahwa rekan kerjanya itu akan dihabisi olehnya atas perintah Ferdy Sambo.

Namun, Ronny mengatakan, bahwa sesungguhnya Bharada E sudah ada niat untuk menyuruh Brigadir J kabur dari rumah dinas Ferdy Sambo.

baca juga

Akan tetapi kata Ronny, upaya Bharada E itu tidak terwujud lantaran waktu yang begitu sempit dan desakkan dari Ferdy Sambo yang tak mungkin ia hindari.

"Waktunya (untuk memberi tahu) sangat pendek," ungkap Ronny dalam acara Dua Sisi tvOne, seperti dikutip dari Bandung.Suara.com, Kamis (20/10/2022).

Pada saat itu, Ronny mengatakan bahwa Bharada E dipanggil oleh Bripka RR di lantai tiga.

"Ketika dia dipanggil Ricky Rizal ke lantai tiga, perintahnya langsung keluar," kata Ronny.

Sejak saat itu pula, Bharada E sudah mempunyai niat untuk meminta Brigadir J kabur.

Bharada E hanya berharap ada kesempatan untuk dirinya mengutarakan permintaannya kepada Brigadir J.

Namun ia mengaku bahwa tak ada kata-kata yang mampu terucap dari mulutnya lantaran teriakan dari sang atasan yang menyuruhnya untuk segera mengeksekusi Brigadir J.

"Dia (Bharada E) berharap bahwa ada kesempatan ketika berhadapan langsung dengan Yosua (Brigadir J). Dia akan bilang 'bang lari bang', tapi waktu itu tidak ada," terang Ronny.

Mengenai detail pengakuan Bharada E ini, kata Ronny akan diungkap dalam sidang lanjutan nanti.

Jelang persidangan lanjutan, pihak Bharada E mengaku sudah menyiapkan strategi khusus untuk mengungkap kasus kematian Brigadir J.

Menurut Ronny, strategi tersebut adalah dengan menghadirkan seluruh terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J sebagai saksi di persidangannya.

"Terkait nanti (sidang lanjutan) ke depannya pembelaannya seperti apa, nanti kita dari tim pengacara mempunyai strategi-strategi khusus," papar Ronny.

Sementara itu, pihak Bharada E memutuskan untuk tidak mengajukan eksepsi atau nota keberatan atas surat dakwaan yang dibacakan JPU.

"Kami (tim Bharada E) memutuskan untuk tidak mengajukan eksepsi," tutur Ronny saat di ruang sidang.

Untuk sidang selanjutnya, tim pengacara meminta kepada majelis hakim untuk menghadirkan empat terdakwa lain sebagai saksi persidangan Bharada E.

"Kami mohon untuk menghadirkan saksi (yang juga terdakwa) Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Ricky Rizal Wibowo, dan Kuat Ma'ruf," ucapnya.

"Kami mohon waktunya tiga hari ke depan," sambungnya.

Namun, majelis hakim belum bisa untuk memenuhi permintaan tim pengacara Bharada E dalam waktu dekat ini.

"Mereka (para terdawka) akan tetap dijadikan sebagai saksi yang dipanggil di persidangan ini," jawab Ketua Majelis Hakim, Wahyu Iman Santosa.

"Tapi waktunya tidak dalam waktu dekat ini. Kita periksa saksi (yang juga terdakwa) semua dari awal," imbuhnya.(*)

Sumber: SuaraTasikmalaya.id

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sering Ditenteng Kemana-mana, IPW Menduga Isi Buku Hitam Ferdy Sambo Bukan Sekedar Catatan Biasa

Sering Ditenteng Kemana-mana, IPW Menduga Isi Buku Hitam Ferdy Sambo Bukan Sekedar Catatan Biasa

Soreang | Kamis, 20 Oktober 2022 | 16:51 WIB

Alasan Bripka RR Lucuti Senjata Brigadir J sebelum Penembakan, Dibacakan saat Eksepsi

Alasan Bripka RR Lucuti Senjata Brigadir J sebelum Penembakan, Dibacakan saat Eksepsi

Soreang | Kamis, 20 Oktober 2022 | 16:29 WIB

Jaksa Minta Nota Keberatan Ferdy Sambo Ditolak oleh Hakim, Sama seperti Putri Candrawathi

Jaksa Minta Nota Keberatan Ferdy Sambo Ditolak oleh Hakim, Sama seperti Putri Candrawathi

Soreang | Kamis, 20 Oktober 2022 | 15:06 WIB

Pakar Psikolog Forensik Beberkan Bahaya 'Relasi Kuasa' Ferdy Sambo yang Mampu Pengaruhi Nalar Bawahannya

Pakar Psikolog Forensik Beberkan Bahaya 'Relasi Kuasa' Ferdy Sambo yang Mampu Pengaruhi Nalar Bawahannya

Soreang | Kamis, 20 Oktober 2022 | 14:45 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Presiden Prabowo Subianto Sindir Wartawan Saat Bahas Tentang Kampanye Besar di Pidatonya

Video | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:15 WIB

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Hari Anak Nasional, Saatnya Perluas Ruang Belajar dan Kolaborasi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:12 WIB

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Honda ADV160 Ternyata Sanggup Tenggak Etanol 85 Persen, Harga Jauh Lebih Murah

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:50 WIB

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Kulit Bersih Tanpa Rasa Kering dan Tertarik, Ini Pentingnya Memilih Cleansing Balm yang Gentle

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:28 WIB

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Baru IPO, Emiten RANS Sudah Gonjang-ganjing! Satu Direktur Pilih Mundur

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:19 WIB

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Bukan Supra Lagi Jadi Raja, Ini Motor Bebek Honda Paling Irit yang Kerap Diremehkan

Otomotif | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:10 WIB

Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok

Bebas Eksplorasi Aroma, Begini Cara Baru Menemukan Parfum yang Cocok

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:02 WIB

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Laut China Selatan Jadi Rebutan, RI Diminta Tak Lupakan Potensi Ekonomi Natuna

Bisnis | Sabtu, 25 Juli 2026 | 20:00 WIB

2 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Juli dan Awal Agustus 2026, Siap Panen Rezeki

2 Shio yang Diprediksi Paling Beruntung di Akhir Juli dan Awal Agustus 2026, Siap Panen Rezeki

Lifestyle | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:55 WIB

Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman

Detik-detik Motor PCX Tersenggol dan Terlindas Bus TransJakarta di Sudirman

News | Sabtu, 25 Juli 2026 | 19:47 WIB

×