Pihak Aremania Menilai Penerapan Pasal yang Menjerat 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Kurang Tepat

soreang | Suara.com

Selasa, 25 Oktober 2022 | 06:29 WIB
Pihak Aremania Menilai Penerapan Pasal yang Menjerat 6 Tersangka Tragedi Kanjuruhan Kurang Tepat
Suporter Arema FC Aremania demo menuntut penegakan hukum yang adil Tragedi Kanjuruhan (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/rwa)

SuaraSoreang.id - Enam tersangka kasus Tragedi Kanjuruhan resmi ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polda Jawa Timur.

Keenam tersangka tersebut dijerat dengan Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang mengakibatkan orang meninggal dunia.

Namun, Tim Advokasi Aremania Menggugat dan Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan menilai, bahwa penerapan pasal tersebut kurang tepat diterapkan terhadap enam tersangka tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan orang meninggal pasca pertandingan Arema FC vs Persebaya awal Oktober lalu itu.

Keenam tersangka itu antara lain Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) Akhmad Hadian Lukita, Abdul Haris, Suko Sutrisno, AKP Hasdarman, AKP Bambang Sidik Achmadi, dan Kompol Wahyu Setyo Pranoto.

Tim Advokasi Aremania Menggugat dan Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan sepakat, bahwa keenam tersangka yang telah ditetapkan oleh polisi tersebut seharusnya dijerat dengan pasal 338 dan pasal 340.

Hal tersebut diungkapkan oleh Djoko Tritjahyana, selaku Koordinator Tim Pembela dan Pendamping Hukum Aremania Menggugat.

“Bagi kami terus terang saja memang tidak bisa mengubah konteks yang ada saat ini. Karena ini bagian dari pengambilan keterangan dari laporan itu," kata Djoko, dikutip dari Suara.com, Senin (24/10/2022).

Saat ini menurut Djoko, pihaknya akan melakukan upaya supaya para tersangka dapat dijerat dengan pasal 340 dan pasal 338, yang menurutnya lebih tepat diterapkan terhadap keenam tersangka tersebut.

"Ke depan kami pasti akan melakukan upaya-upaya hukum dengan tujuan bahwa ini akan kita coba tarik ke pasal 340 dan pasal 338,” tambahnya.

Djoko menilai, bahwa tragedi Kanjuruhan pada awal Oktober lalu, tidak bisa disebutkan sebagai sebuah kelalaian. Ia menilai ada unsur kesengajaan di sana.

Bagi kami melihat ini bukan saja persoalan kelalaian yang dilakukan oleh tim pengamanan saat itu, tapi tentunya ada hal-hal yang perlu didalami, ada unsur kesengajaan disitu,” terangnya.

Salah satu hal yang dinilai merupakan kesengajaan adalah penggunaan gas air mata yang dtembakan arapat keamanan ke arah tribun penonton.

“Penembakan gas air mata ini diarahkan ke tribun, mengejar ke tribun, ini kan bukan berarti kelalaian,” tandasnya.

Hal tersebut juga diutarakan oleh Ketia Tim Advokasi Tragedi Kanjuruhan (TATAK) Imam Hidayat.

Menurut Imam, Tragedi Kanjuruhan tidak bisa disebut sebagai kelalaian, melainkan ada unsur kesengajaan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Bintang Emon Kembali Beri Sindiran Keras ke Petinggi PSSI: Ada yang Tetap gak Mau Mundur!

Bintang Emon Kembali Beri Sindiran Keras ke Petinggi PSSI: Ada yang Tetap gak Mau Mundur!

| Sabtu, 22 Oktober 2022 | 20:25 WIB

Desakan Mundur Ketum PSSI semakin Deras, Juru Bicaranya 'Gak Pake Disuruh Nanti Tahun 2023 Ya Ganti'

Desakan Mundur Ketum PSSI semakin Deras, Juru Bicaranya 'Gak Pake Disuruh Nanti Tahun 2023 Ya Ganti'

| Jum'at, 21 Oktober 2022 | 20:19 WIB

Kemarin Ketum PSSI Diperiksa, Sekarang Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 134 Orang

Kemarin Ketum PSSI Diperiksa, Sekarang Korban Tragedi Kanjuruhan Bertambah Jadi 134 Orang

| Jum'at, 21 Oktober 2022 | 13:43 WIB

Ketum PSSI Iwan Bule Diperiksa dengan 45 Pertanyaan selama 5 Jam, Terkait Tragedi Kanjuruhan

Ketum PSSI Iwan Bule Diperiksa dengan 45 Pertanyaan selama 5 Jam, Terkait Tragedi Kanjuruhan

| Kamis, 20 Oktober 2022 | 21:08 WIB

Terkini

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

Ironi Pelapor Mafia Tanah Jadi Tersangka Fitnah, Kini Minta Perlindungan LPSK

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:57 WIB

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

Bantah Main Mata, PMJ Tegaskan Kasus Andrie Yunus Tak Dihentikan Diam-diam

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:45 WIB

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Suara.com dan Pertamedika IHC Jajaki Peluang Kolaborasi Lawan Hoaks Kesehatan di Era AI

Health | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:23 WIB

Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada

Salat Idul Adha di Jakarta Berpotensi Diguyur Hujan Lokal, BMKG Minta Warga Waspada

Jakarta | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam

Detik-detik Polisi di OKU Ditusuk saat Gerebek Bandar Narkoba, Operasi Berubah Mencekam

Sumsel | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:10 WIB

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

Dukung Putusan MK, Dasco Pastikan Syarat Keterwakilan Perempuan Masuk RUU Pemilu

News | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:07 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Kecelakaan Maut Innova Anggota DPR di Tol Paspro Diduga Akibat Microsleep

Kecelakaan Maut Innova Anggota DPR di Tol Paspro Diduga Akibat Microsleep

Video | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:50 WIB