Dikutip dari history.com, menurut kepercayaan di kepulauan Britania Raya sendiri, Halloween berasal dari budaya Paganisme. Budaya ini merupakan kepercayaan penyembahan pada pahala khususnya mereka yang berkebangsaan Celtic dulu.
3. Pemborosan
Untuk merayakan sebuah perayaan seperti Halloween dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, seperti perlu menyediakan uang untuk menyewa kostum, menyediakan makanan, sampai membeli hadiah.
Banyak orang yang tidak merayakan Halloween karena alasan uang.
Namun, tak sedikit pula beberapa orang yang menganggap Halloween adalah budaya yang wajar.
4. Psikologis Anak Terganggu
Perayaan Halloween menggangu dapat trauma psikologis bagi anak-anak yang menjadi alasan Halloween tidak dirayakan di Indonesia.
Bagi orang dewasa, kostum hantu mungkin tidak mengerikan, namun belum tentu bagi anak-anak yang tidak sengaja melihatnya.
Jika Anda memiliki anak di rumah akan lebih bijak jika tidak melakukan perayaan Halloween di depannya, apalagi jika menggunakan kostum yang menyeramkan.
Baca Juga: Unsur Pidana Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Masih Diperdalam, Polri Mengumpulkan Barang Bukti
5. Ada Perayaan yang Jadi Alternatif Lain
Relevansi dan tujuan perayaan Halloween di luar negeri yang diadakan secara tahunan ini akan mengajarkan berbagi antar tetangga.
Biasanya dalam perayaan Halloween anak-anak akan berkeliling ke rumah tetangga di sekitarnya untuk mencari permen.
Di Indonesia sendiri Anda bisa menemukan kebiasaan berbagi tersebut saat hari besar keagamaan atau hari raya.
Alih-alih berpakaian menyeramkan, di hari raya Anda justru memberi penampilan terbaik dan saling memberi maaf.
Itulah penjelasan singkat mengenai alasan kenapa Indonesia tidak merayakan Halloween.(*)