Ini 5 Alasan Indonesia tidak Merayakan Halloween

soreang Suara.Com
Jum'at, 28 Oktober 2022 | 09:00 WIB
Ini 5 Alasan Indonesia tidak Merayakan Halloween
Ilustrasi Perayaan Halloween, peryaan yang seidikit dilakukan di Indonesia (pixabay)

SuaraSoreang.id - Setiap akhir bulan Oktober, Halloween menjadi perayaan rutin tahunan yang selalu dirayakan oleh kalangan masyarakat di luar negri. 

Perayaan yang diadakan setiap tanggal 31 Oktober tiap tahunnya selalu identik dengan nuansa horror yang menyeramkan.

Perayaan ini biasanya diisi dengan aneka pesta, seperti lomba kostum menyeramkan, kemudian istilah trick or treat atau berbagi permen dengan tetangga, dan makan-makan.

Sejarah Halloween adalah perayaan untuk menandai perubahan musim, dari akhir musim panas dan awal musim dingin yang gelap.

Namun karena awalnya berasal dari kultur celtik yakni Samhain, kondisi ini kerap dikaitkan dengan kematian manusia dan tanggal 31 Oktober adalah kebangkitannya. 

Namun tidak semua dipenjuru dunia merayakan Halloween ini, termasuk negara Indonesia yang tidak merayakan Halloween. 

Melansir laman Suara pada 28 Oktober 2022, berikut beberapa penjelasan alasan Halloween tidak dirayakan di Indonesia.

1. Dirayakan Hanya Beberapa Kalangan

Perayaan Halloween di Indonesia hanya dilakukan segelintir kelompok kecil saja, bukan merupakan perayaan masiv dan umum.

Baca Juga: Unsur Pidana Kasus Gagal Ginjal Akut Anak Masih Diperdalam, Polri Mengumpulkan Barang Bukti

Biasanya di Indonesia perayaan acara ini diadakan dengan pesta atau cosplay horror atau menjadi tokoh populer tertentu.

Berbeda dengan di luar negeri, perayaan Halloween banyak dirayakan oleh anak-anak, di Indonesia sendiri Halloween hanya diadakan orang dewasa saja.

2. Tidak Dianjurkan dalam Islam

Indonesia mayoritas berama Islam, ini menjadi salah satu alasan mengapa perayaan Halloween tidak dianjurkan di Indonesia.

Sehingga tidak heran jika Halloween tidak banyak dirayakan di Indonesia.

Hal ini tidak sejalan dengan Agama Islam jika melihat sejarah Halloween.

Dikutip dari history.com, menurut kepercayaan di kepulauan Britania Raya sendiri, Halloween berasal dari budaya Paganisme. Budaya ini merupakan kepercayaan penyembahan pada pahala khususnya mereka yang berkebangsaan Celtic dulu.

3. Pemborosan

Untuk merayakan sebuah perayaan seperti Halloween dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, seperti perlu menyediakan uang untuk menyewa kostum, menyediakan makanan, sampai membeli hadiah.

Banyak orang yang tidak merayakan Halloween karena alasan uang.

Namun, tak sedikit pula beberapa orang yang menganggap Halloween adalah budaya yang wajar.

4. Psikologis Anak Terganggu

Perayaan Halloween menggangu dapat trauma psikologis bagi anak-anak yang menjadi alasan Halloween tidak dirayakan di Indonesia. 

Bagi orang dewasa, kostum hantu mungkin tidak mengerikan, namun belum tentu bagi anak-anak yang tidak sengaja melihatnya.

Jika Anda memiliki anak di rumah akan lebih bijak jika tidak melakukan perayaan Halloween di depannya, apalagi jika menggunakan kostum yang menyeramkan.

5. Ada Perayaan yang Jadi Alternatif Lain

Relevansi dan tujuan perayaan Halloween di luar negeri yang diadakan secara tahunan ini akan mengajarkan berbagi antar tetangga.

Biasanya dalam perayaan Halloween anak-anak akan berkeliling ke rumah tetangga di sekitarnya untuk mencari permen. 

Di Indonesia sendiri Anda bisa menemukan kebiasaan berbagi tersebut saat hari besar keagamaan atau hari raya. 

Alih-alih berpakaian menyeramkan, di hari raya Anda justru memberi penampilan terbaik dan saling memberi maaf.

Itulah penjelasan singkat mengenai alasan kenapa Indonesia tidak merayakan Halloween.(*)

Sumber: Suara

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI