SuaraSoreang.id - Purwakarta sangat melekat dengan nama Dedi Mulyadi. Langkah Dedi Mulyadi dalam mengelola Purwakarta rupanya tak sebatas saat dirinya menjadi bupati saja.
Meski saat ini Dedi Mulyadi bukan lagi bupati, melainkan Anggota DPR RI, akan tetapi jiwanya tetap ada buat Purwakarta.
Terlihat dalam video lama, Dedi Mulyadi marah saat wilayah yang saat ini menjadi tanggung jawab istrinta, Anne Ratna Mustka dirusak pengelola limbah.
Dalam video yang banyak dikomentari netizen itu, Dedi Mulyadi menumpahkan amarahnya kepada seorang pengela tempat pembuangan limbah.
Bahkan tampak suami dari Bupati Purwakarta Anne Ratna tersebut cekcok di pinggir jalan sampai nyaris baku hantam.
Terlihat jika Dedi Mulyadi saking marahnya Purwakarta dirusak, sampai menunjuk-nunjuk muka pengelola limbah.
Tidak tanggung-tanggung, Dedi Mulyadi juga membentak-bentak yang bersangkutan.
Para pengguna jalan yang melintas lantas memperlambat laju kendaraan lantaran melihat aksi Kang Dedi Mulyadi yang sedang 'menghajar' si pembuang limbah.
Kemarahan Dedi Mulyadi terlihat ketika jalan penuh dengan debu akibat imbas dari truk-truk bertonase besar membuang limbah tanah.
Selain debut, jika hujan turun maka jalan bisa menjadi licin dan membahayakan pengguna kendaraan.
"Bapak tahu gak jalan kotor, ini jalan saudara bukan," kata Dedi Mulyadi dengan nada sangat tinggi, dikuti dari akun youtube yang diunggah Kang Dedi Mulyadi Chanel, dikutip pada Sabtu (29/10/2022).
"Anda bangun jalan gak di sini? Saya tanya, Anda bangun jalan gak di sini?" kata Kang Dedi Mulyadi bertanya sambi membentak.
Merasa kena marah dan disaksikan warga, si pengelola ini memberikan jawaban jika dirinya menyediakan tukang siram jalan agar tidak berdebu.
Bahkan dia mengatakan jika dirinya taat dan sudah bayar pajak pada daerah.
"Saya bayar pajak," kata pengelola limbah ini saat ditanya apakah ikut bangun jalan atau tidak.
"Sudah ada yang nyiram (jalan berdebu) tiga orang," kata pengelola menjawab pertanyaan keras Dedi Mulyadi.
Mendapat jawaban soal bayar bayar pajak, Dedi Muyadi tak ciut, Dia terus membentak si pengelola ini.
"Berapa Anda bayar pajak," kata Dedi Mulyadi bertanya.
"Berapa puluh miliar Anda bangun jalan," kata Kang Dedi Mulyadi.
Rupanya si pengelola limbah tidak mau kalah. Dia kemudian memberikan jawaban yang makin membuat Kang Dedi Mulyadi berang.
"Saya ngikuti aturan pemerintah. Itu ada yang bersihin. Saya ngikuti aturan," kata si pembuang limbah.
Kemudian Dedi Mulyadi akan memanggil Dinas Lingkungan Hidup gara-gara memberikan izin pada si pengelola limbah.
"Anda punya mata gak? Kotor dari tadi. Saya ciptain kebersihan dari dulu. Anda ngotorin, hanya untuk cari duit," ungkapnya.
Keduanya tampak saling mempertahakan arugmen. Sementara Dedi Mulyadi tampak tidak seperti biasa.
Dedi Mulyadi benar-benar terlihat marah hingga suara yang keluar bernada tinggi.
Terlebih Kang Dedi yang jarang terlihat sampai semarah itu.
"Saya sudah minta izin dulu, sebelum bangun," kata si pria ini yang mecoba mepertahankan argumen jika sudah ada izin pengelolaan limbah.
"Gak bisa limbah dibuang di sini, malu gak Purwakarta jadi tempat pembuangan limbah," ungkap Kang Dedi sampai membawa nama-nama Purwakarta.
Si pria ini pun akhirnya diminta untuk ke kantor desa dan diberikan penjelasan soal hal tersebut. (*)
Artikel ini telah tayang di denpasar.suara.com berjudul Nyaris Adu Jotos, Kang Dedi Mulyadi Cekcok dengan Pengelola Tempat Limbah, sampai Bawa-bawa Nama Purwakarta