Bapak berjenggot itu tiba-tiba mengalah keluar dari lift yang berada di lantai 12 itu. Akhirnya lift bisa turun karena sudah tidak overload.
Keadaan di lobi memang sudah sangat sepi, hanya ada satpam. Riko pun sudah kembali dari minimarket, dengan iseng ia bertanya kepada satpam tersebut mengenai kondisi lift.
"Pak, lift emang kalo malem-malem suka error gitu ya?" Karena kondisi Riko yang baru tinggal 3 hari, dan pada malam ke-3 ia masih bangun untuk nonton bola, akhirnya dia mengalami keanehan ini.
"Iya pak, sudah biasa." Awalnya satpam itu hendak menjawab, namun ragu-ragu, akhirnya mengiyakan saja.
Riko pun kembali ke unitnya, yang otomatis ia masih harus melewati lift itu lagi.
Awalnya biasa saja, Riko naik lift itu sendirian. Cukup sepi dan bikin merinding, pikir Riko. Hingga pada saat tiba di lantai yang sama pada saat turun, yaitu 12 lift tiba-tiba pelan dan akhirnya berhenti. Lift itu terbuka lagi, tapi lagi-lagi tidak ada siapapun disana. Riko pun dibuat merinding ketakutan. Ia pun memencet-mencet tombol lift supaya jalan lagi, akhirnya bisa.
Sampai di lantai 17, lift itu terbuka. Karena Riko sudah ketakutan dari tadi, hal itupun membuat Riko berlari-lari menuju unit apartemennya.
Setelah masuk, ia melihat keponakannya itu sudah ketiduran di karpet. Ia pun duduk di sofa untuk lanjut menonton bola. Tapi belum lama saat ia duduk, tiba-tiba pintu unitnya diketuk beberapa kali, Riko masih merinding karena kejadian tadi, ia pun beranjak menuju pintu. Riko melihat dari lubang untuk mengecek, tapi tidak ada siapa-siapa. Ia pun memberanikan diri membuka pintu unitnya, memang tidak ada siapa-siapa.
Berjalan keluar, ia melihat ke arah kiri tidak ada siapa-siapa. Tapi waktu melihat ke arah kanan, Riko melihat ada seorang anak kecil dengan kepalanya yang menyundul dibalik tembok melihat ke arah Riko.
Riko memberanikan diri untuk menghampiri anak itu, tapi pada saat didekati, tiba-tiba ada banyak anak lain dibalik tembok yang melihatnya, mereka semua berwajah pucat pasi. Sangat aneh, karena pagi-pagi buta jam 1 lebih anak-anak berkeliaran di apartemen.
Riko meneriaki mereka, "Heh jangan berisik, sudah malam!" Tapi yang didapat oleh Riko hanyalah canda tawa cekikikan dari mereka yang semakin nyaring. Riko dibuat sangat takut dan merinding karena tingkah mereka. Ia pun kembali ke unitnya dan duduk di sofa.
Pada saat duduk, tiba-tiba sofa itu seperti diduduki oleh banyak orang dengan suara berdecit pada awalnya hingga akhirnya sofa disebelah Riko itu meledak, runtuh kaki sofanya. Keponakannya yang sedang tidurpun sampai terbangun saking kerasnya suara itu.
Riko dan Denis, keponakannya itu langsung saja masuk ke kamar mereka, karena takut. Mencoba untuk tidur, tapi sudah 30 menit mereka masih terjaga.
Tiba-tiba pintu kamar mereka digedor-gedor dengan sangat keras. Tidak terlihat hanya satu orang yang menggedor-gedor dan memukulnya, tapi banyak.
Riko dan Denis ketakutan, karena ini pertama kali mereka mengalami hal mistis. Mereka menunggu lama sampai gedoran pintu itu berhenti. Riko pun memberanikan diri, lagi-lagi membuka pintu untuk mengecek, namun tidak ada siapa-siapa.