Piala Dunia 2022 Qatar Memakan Ratusan Korban Jiwa

soreang

Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:35 WIB
Piala Dunia 2022 Qatar Memakan Ratusan Korban Jiwa
Piala Duniq 2022 Qatar banyak memakan korban jiwa


SuaraSoreang.id – Pada tahun 2022 ini Piala Dunia diselenggarakan di Qatar, namun tidak hanya keceriaan yang disoroti ternyata ada titik kelamnya.

Bukan pertama kalinya piala dunia ini diselenggarakan, kali ini Qatar menjadi tuan rumah yang dikatakan memakan banyak korban jiwa.

Seperti yang dikutip Financial Times yang diungkapkan oleh Pejabat Qatar bahwa sekitar 400-an orang meninggal dunia selama pekerjaan konstruksi.

Diketahui pekerjaan konstruksi itu dilakukan para pekerja dalam hal mempersiapkan Piala Dunia 2022, namun angka pastinya belum bisa ditentukan.

Hassan Al-Thawadi menyatakan bahwa pihak yang berwenang di Qatar tidak memiliki angka yang tetap atau pasti, ketika ditanya total pekerja yang meninggal.

Piala Dunia Renggut Banyak Nyawa

Total estimasi korban jiwa bisa dikatakan relative tinggi karena itu merupakan hal yang tidak bisa dibiarkan begitu saja, banyak keluarga yang menuntut keadilan.

Hassan menyatakan bahwa dirinya masih belum berani memutuskan berapa angka pastinya dalam hal korban yang meninggal dunia.

Estimasi sekitar 400-an. Anatara 400 hingga 500, saya tidak punya angka pastinya. Itu sesuatu yang sedang dibahas,” ucap Hassan seperti yang dikutip pada Jumat (2/12/2022).

Angka tersebut relative lebih tinggidarpada apa yang diumumkan pejabat Qatar dimana hanya ada tiga kematian terkait pekerjaan konstruksi Piala Dunia.

baca juga

Namun, usut demi usut jumlah sekian ratus itu bukan saja dari para pekerja konstruksi Piala Dunia tetapi juga 37 jiwa yang tidak terkait pekerjaan.

Lantas, Apakah Qatar Kekurangan Pekerja

Diketahui bahwa ribuan pekerja dari berbagai negara termasuk didalamnyayaitu Bangladesh dan Nepal didatangkan dengan tujuan untuk mengerjakan kontruksi di Qatar.

90% dari 8 stadion Piala Dunia adalah stadion baru, sedangkan turnamen tersebut mempercepat pekerjaan lain yang sudah diplanning, seperti  peningkatan pelabuhan kota.

Organisasi buruh nasional di tahun 2020 sudah melakukan penelitian secara detail di seluruh negeri yang mengindikasi telah terjadi 50 kematian dan 500-an terluka parah pada tahun itu.

Kepala keadilan sosial dan ekonomi di Amnesty International, Steve Cockburn menyatakan bahwa ribuan pekerja sudah kembali dalam peti mati tanpa adanya penjelasan pihak berwenang.

“Perdebatan yang terus berlanjut seputar jumlah pekerja yang tewas dalam mempersiapkan Piala Dunia mengungkapkan kenyataan pahit bahwa begitu banyak keluarga yang berduka masih menunggu kebenaran dan keadilan,” sambungnya.

Terenggutnya nyawa seseorang dalam piala dunia memang sudah hal yang bisa dikatakan pasti ada, namun tanggungjawab yang diperlukan masih nihil.

Mendukung pernyataan sebelumnya bahwa keluarga korban membutuhkan keadilan dan kebenaran atas kejadiaan yang menimpa si korban (*)  

Tonton video menarik lainnya : Gol Kontroversial Jepang Gilas Spanyol di Piala Dunia 2022

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Link Live Streaming Kamerun vs Brasil Pukul 02.00 WIB

Link Live Streaming Kamerun vs Brasil Pukul 02.00 WIB

Your Say | Jum'at, 02 Desember 2022 | 19:30 WIB

Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2022 Korea Selatan VS Portugal, Siapa Lolos 16 Besar?

Link Nonton Live Streaming Piala Dunia 2022 Korea Selatan VS Portugal, Siapa Lolos 16 Besar?

News | Jum'at, 02 Desember 2022 | 18:35 WIB

Link Live Streaming Serbia vs Swiss Piala Dunia 2022, Rebutan Kursi 16 Besar

Link Live Streaming Serbia vs Swiss Piala Dunia 2022, Rebutan Kursi 16 Besar

Tekno | Jum'at, 02 Desember 2022 | 18:50 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB