"Tapi, banyak juga kan yang mendukung. Karena pada akhirnya, manusia itu balik lagi ke diri sendiri," ucap Feby.
"Kita semua punya itu punya masa lalu, mungkin karena kita public figure, ketahuan, nggak bisa nutupin," tegasnya.
Lebih lanjut, Feby menerangkan bahwa senjata terbesarnya untuk tetap berpikiran positif yakni orang-orang dibelakang yang mendukungnya.
Kini Feby lebih memilih untuk fokus mendengarkan orang-orang yang mendukungnya dari pada mendengar nyinyiran orang lain.
"Banyak yang mendukung dan mendoakan. Kesimpulannya, mari fokus ke orang-orang yang mendukung kita aja, kenapa harus mikir mereka yang membenci kita?" pungkas Feby Febiola.