Meskipun banyak pihak yang mencoba membantu, seperti pihak teman-temannya, pihak DPA dan Kajur, tetapi pikiran berat yang dirasakan Nur Riska menjelang pergantian tahun terus saja menghantuinya.
Sampai pada akhirnya, ia dikabarkan mengalami kondisi kritis karena pembuluh darahnya pecah. Hingga pada tanggal 9 Maret 2022, ia menghembuskan napas terakhirnya. (*)
Sumber: Twitter @rgantas