Nostalgia di All England, Praveen / Debby Merasa Masih Klop

Rizki Nurmansyah
Nostalgia di All England, Praveen / Debby Merasa Masih Klop
Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, saat menghadapi Lee Yang/Hsu Ya Ching (Taiwan) di babak pertama All England 2018, Rabu (14/3). [Humas PBSI]

Praveen/Debby kalahkan pasangan Taiwan di babak pertama All England.

Suara.com - Pertarungan melawan Lee Yang/Hsu Ya Ching (Taiwan) di babak pertama All England 2018 BWF World Tour Super 1000, tak ubahnya menjadi momentum nostalgia bagi pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto.

Ya, keduanya sempat 'diceraikan' pada awal tahun 2018. Praveen dipasangkan dengan pasangan barunya, Melati Daeva Oktavianti. Sedangkan, Debby berduet dengan Ricky Karanda Suwardi.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti, saat tampil di German Open BWF World Tour Super 300. [Humas PBSI]

Ganda campuran Indonesia Ricky Karanda Suwardi (kiri) dan Debby Susanto (kanan) mencoba mengembalikan bola ke arah pasangan asal Hong Kong Lee Chun Hei Reginald dan Chau Hoi Wah dalam laga babak pertama Indonesia Master di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (23/1).[Antara]

Praveen/Debby 'dikawinkan' lagi di All England 2018 lantaran poin Ricky/Debby dan Praveen/Melati belum cukup memenuhi kriteria untuk tampil di kejuaraan bulutangkis tertua di dunia ini.

Dan kemenangan atas Yang/Ching, 21-12 dan 21-19, Rabu (14/3/2018) kemarin, membuat Praveen/Debby terkenang akan momen indah di All England 2016. Kala itu, keduanya menapaki podium juara.

Praveen/Debby pun merasa masih klop, kendati sudah cukup lama tidak berpasangan di lapangan.

"Pertandingan tadi mengingatkan kenangan indah, banyak kenangan. Kami beberapa kali main di sini, sempat juara di sini, teringat lagi ke 2016, semoga bisa keulang lagi," kata Praveen yang disambut tawa Debby, dalam keterangan tertulis yang diterima Suara.com, Kamis (15/3/2018).

"Saya juga sama, sudah beberapa bulan nggak partneran, dan sekarang partneran langsung di turnamen All England pula. Kami mau dapat hasil yang terbaik dan pasti ada rasa excited sih, ha ha ha (tertawa)" Debby menimpali.

"Nggak mungkin lupa, mau dipisahin setahun pun gak akan lupa sama Cik Debby, apalagi cuma beberapa bulan saja," jawab Praveen ketika ditanya soal kekompakannya dan Debby.

Pasangan ganda campuran Indonesia, Praveen Jordan/Debby Susanto, saat menghadapi Lee Yang/Hsu Ya Ching (Taiwan) di babak pertama All England 2018, Rabu (14/3). [Humas PBSI]

Bicara soal permainan, Praveen/Debby mengaku mampu menjalankan strategi permainan dengan baik, meskipun mereka masih meraba-raba permainan lawan yang belum pernah mereka hadapi sebelumnya.

"Memang kami baru berpasangan lagi, tapi tetap mau memberi yang terbaik. Siapa sih yang nggak mau juara di sini? Apalagi kami sudah tahu bagaimana rasanya juara di sini, masa nggak mau ulangi lagi, kami kan juga punya target pribadi," ungkap Praveen.

loading...
loading...
Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS