Apa Profesi Paling Bergengsi Dari Pensiunan Driver F1?

RR Ukirsari Manggalani | Suara.com

Senin, 04 Juni 2018 | 15:55 WIB
Apa Profesi Paling Bergengsi Dari Pensiunan Driver F1?
"Jurnalis khusus" untuk tayangan televisi. Mark Webber (tengah) dan David Coulthard (kanan) bersama Christian Horner (Boss Red Bull Racing) [Shutterstock].

Suara.com - Ada rasa penasaran saat melihat para driver balap jet darat naik podium: kalau mereka tua dan tidak lagi menjejak pedal gas, kesibukannya apa, ya?

Jadi pebisnis, rasanya cukup logis. Mengingat saat turun di rangkaian Grand Prix (GP) Formula 1 (F1), baju balap mereka ditempel aneka logo sponsor. Bahkan sampai topi, kaos, jam tangan, dan tempat minum segala, yang bisa ditenteng saat konferensi pers.

Namun itu masuk klasifikasi zaman old, saat masih berjaya. Di zaman now, belum tentu nilai produk menjadi tinggi karena dipasarkan mantan driver F1.

Rupanya, ada profesi lebih menggiurkan setelah driver F1 gantung helm alias pensiun. Yaitu menjadi jurnalis alias wartawan. Tepatnya di sektor televisi dan online.

Tak sedikit pensiunan pilot jet darat terjun untuk menggeluti bidang ini. Menjadi reporter eksklusif termasuk mewawancarai driver F1 zaman now, bertindak sebagai komentator balap merangkap pakar analisa, sampai menulis kolom seputar lifestyle dan hasil balapan.

Apakah hasil karya mereka setara jurnalis kawakan di bidangnya?  Ini tergantung bagaimana cara memandangnya.

Namun yang jelas, jurnalis pensiunan driver F1 punya modal di luar kecakapan jurnalistik. Mereka berpengalaman langsung di balik kemudi. Tak ada yang bisa mematahkan fakta ini. First hand experiences, begitulah bahasa sederhananya.

Mereka meliput dan berbicara kepada pemirsa, atau menulis untuk pembaca dengan sudut pandang lebih luas dan detail, karena berdasar situasi dan kondisi saat balap dahulu. Lantas dikomparasi dengan kondisi lapangan kini, yang mana mereka bisa menanyai para driver langsung tanpa jarak, karena sudah kenal dalam lingkup sesama driver F1. 

Bahkan, majalah, situs, dan televisi yang mempekerjakan para pensiunan driver F1 pun ikut terangkat namanya. Menjadi semakin berkelas, bertambah reputasi lagi bergengsi. Bagaimana tidak ... pegawainya saja para pilot jet darat.

Di antara dari mereka adalah:

David Coulthard

David Coulthard, mantan driver F1 asal Scotland [Shutterstock]

Foto: David Coulthard, mantan driver F1 asal Scotland [Shutterstock].

Kerap disapa sebagai DC, kelahiran Scotland tahun 1971 ini aktif balap F1 kurun 1994 - 2008.

Dan begitu gantung helm, ia langsung bekerja sebagai komentator serta pakar analisa balap jet darat di Channel 4. 

Mark Webber

Mark Webber, mantan driver F1 asal Australia [Shutterstock]

Foto: Mark Webber, mantan driver F1 asal Australia [Shutterstock].

Kelahiran tahun 1976 ini berkarier di F1 kurun 2002 - 2013, pertama kali memenangi podium F1 di tahun 2009 dan menang terakhir di British Grand Prix 2012. Sesudahnya menang di World Endurance Championship pada tahun 2015.

Ia menjadi pakar analisa balap di tayangan F1 Channel 4 sepanjang tahun 2016.

Jolyon Palmer

Jolyon Palmer, berada di level sama dengan driver F1 Indonesia, Rio Haryanto [Shutterstock]

Foto: Jolyon Palmer, lamanya di F1 kurang lebih sama dengan driver F1 Indonesia, Rio Haryanto [Shutterstock].

Tergolong driver zaman now, karena lajang Inggris ini dilahirkan pada tahun 1991 dan baru turun balap F1 kurun 2016-2017.

Sekarang ia bergabung dengan tim komentator BBC 5 live F1. Dan sampai saat ini Jolyon adalah pengecualian di jajaran jurnalis mantan driver F1, karena pengalamannya di pentas jet darat belum banyak.

Martin Brundle

Martin Brundle, tergolong veteran sebagai komentator dan pembawa acara F1 [Shutterstock]

Foto: Martin Brundle, tergolong veteran sebagai komentator dan pembawa acara F1 [Shutterstock].

Tergolong paling senior di antara para komentator dan jurnalis khusus dari kelompok driver F1. Ia adalah pebalap angkatan zaman old, yang sudah ada sejak masa Ayrton Senna da Silva dan termasuk generasi sebelum Michael Schumacher.

Lahir pada tahun 1959, dan aktif di dunia F1 sebagai driver pada tahun 1984-1989, dan 1991 - 1996.

Driver berdarah Inggris ini sudah malang-melintang di dunia pertelevisian, khususnya kanal balap jet darat, lebih dari 20 tahun. Mulai ITV Sport (1997-2008), BBC (from 2009-2011),  dan kini Sky Sports (mulai 2012).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tebusan Ricciardo: Sah Pakai Gigi Terbatas

Tebusan Ricciardo: Sah Pakai Gigi Terbatas

Sport | Senin, 28 Mei 2018 | 10:35 WIB

Jet Darat Pemegang Rekor GP F1 Monaco Dilelang

Jet Darat Pemegang Rekor GP F1 Monaco Dilelang

Sport | Rabu, 23 Mei 2018 | 16:00 WIB

Ini Para Pebalap MotoGP yang Pernah Jajal Sensasi Jet Darat F1

Ini Para Pebalap MotoGP yang Pernah Jajal Sensasi Jet Darat F1

Sport | Selasa, 22 Mei 2018 | 21:09 WIB

Terkini

Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Ketua KOI Soroti Krisis Anggaran, Sebut Kondisi Olahraga Indonesia Sedang Tidak Baik-Baik Saja

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:54 WIB

NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia

NOC Berikan Penghargaan untuk 10 Pelaku Olahraga Salah Satunya Timnas Futsal Indonesia

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 16:46 WIB

Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores

Tembus Rute Neraka 1.034 KM, Juney Hanafi Jadi Orang Indonesia Pertama Juara Lintang Flores

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:40 WIB

Veda Ega Pratama Bangkit di Le Mans, Lolos Langsung ke Q2 Moto3 Prancis

Veda Ega Pratama Bangkit di Le Mans, Lolos Langsung ke Q2 Moto3 Prancis

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:25 WIB

Mario Aji Terpuruk di Le Mans, Gagal Masuk 14 Besar dan Mulai Moto2 Prancis dari Q1

Mario Aji Terpuruk di Le Mans, Gagal Masuk 14 Besar dan Mulai Moto2 Prancis dari Q1

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:22 WIB

MotoGP Terapkan Aturan Baru Pit Lane di GP Prancis, Pengawasan Makin Ketat

MotoGP Terapkan Aturan Baru Pit Lane di GP Prancis, Pengawasan Makin Ketat

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:19 WIB

Marc Marquez Ambil Jalan Berbeda di Le Mans, Ducati Terbelah Opsi Aero GP26

Marc Marquez Ambil Jalan Berbeda di Le Mans, Ducati Terbelah Opsi Aero GP26

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:15 WIB

Dino Prizmic Singkirkan Idolanya, Novak Djokovic Gagal Melaju di Roma 2026

Dino Prizmic Singkirkan Idolanya, Novak Djokovic Gagal Melaju di Roma 2026

Sport | Sabtu, 09 Mei 2026 | 12:13 WIB

DBL Resmi Luncurkan Super Teacher, Benahi Manajemen Talenta Basket Pelajar

DBL Resmi Luncurkan Super Teacher, Benahi Manajemen Talenta Basket Pelajar

Sport | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:54 WIB

Antisipasi Format Baru BWF, Audisi Umum PB Djarum 2026 Cari Atlet Agresif dan Tangguh dari Luar Jawa

Antisipasi Format Baru BWF, Audisi Umum PB Djarum 2026 Cari Atlet Agresif dan Tangguh dari Luar Jawa

Sport | Jum'at, 08 Mei 2026 | 13:30 WIB