Suara.com - Menyebut nama Niki Lauda, atau panjangnya Andrea Nikolaus Lauda, para penggemar Formula One (F1) pasti teringat pada kegigihannya bertarung melawan maut. Saat mengalami luka bakar di Sirkuit Nuerburgring, F1 GP Jerman 1976, hanya berbilang minggu ia sudah siap turun balap lagi.
Selain mesti menjalani operasi plastik yang meninggalkan semacam ciri khas pada wajahnya, paru-parunya mesti dipompa untuk mengeluarkan zat beracun dari peristiwa kebakaran di Jerman ini. Setahun kemudian ia menjadi juara dunia 1977.
Entah berhubungan dengan kondisi paru-parunya sejak itu atau tidak, Lauda yang menjadi juara dunia F1 tiga kali (1975, 1977, dan 1984) menjalani operasi transplantasi paru-paru pekan lalu (02/08/2018).
Lelaki berkebangsaan Austria ini jatuh sakit saat berlibur di Ibiza, Spanyol. Batuk kronis yang dideritanya memaksa ia pulang ke negaranya dan menjalani perawatan di Rumah Sakit AHK Vienna.
Sempat mengalami kondisi kritis, pihak rumah sakit akhirnya melansir pernyataan bahwa kondisi Lauda telah stabil usai operasi cangkok paru-paru.
"Setelah menjalani operasi, kondisi kesehatan Niki Lauda kian membaik. Seluruh organ tubuhnya telah berfungsi seperti sedia kala," ungkap pihak rumah sakit AHK Vienna seperti dilansir dari F1, Selasa (08/08/2018).
"Niki Lauda akan tetap berada di rumah sakit AHK Vienna hingga kondisinya benar-benar pulih," demikian ditambahkan dalam pernyataan itu.
Dilansir dari CNN, boss tim Mercedes, Toto Wolff dan pebalapnya, Lewis Hamilton memberikan dukungan dan doa kepada pria yang kini menjabat sebagai non-executive chairman tim Mercedes.
"Kami mengirimkan cinta, doa dan dukungan kepada Niki. Semoga lekas sembuh," ujar Lewis Hamilton lewat Instagram pribadinya.
Sementara Toto Wolff menuliskan, "Semua orang tahu Niki adalah legenda F1 yang punya kekuatan dan ketahanan luar biasa. Saya yakin tak lama lagi dirinya akan mengatakan pada perawat dan dokter bahwa dirinya sudah pulih."
Sepanjang karirnya, Lauda Niki Lauda bergabung dengan dua tim ternama, Ferrari dengan keberhasilan meraih juara dunia pada 1975 dan 1977, serta McLaren, yang membawanya menjadi juara dunia 1984.