Khawatir Atlet Cedera, PBSI Kritik Aturan Baru BWF

Syaiful Rachman, Arief Apriadi

Jum'at, 26 Oktober 2018 | 21:22 WIB
Khawatir Atlet Cedera, PBSI Kritik Aturan Baru BWF
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI, Susy Susanti (tengah) bersama peraih medali emas Asia Junior Championship 2018, Febriana Dwipuji Kusuma / Ribka Sugiarto di Jaya Raya Sport Hall Training Center, Jakarta. [Humas PBSI]

Suara.com - Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) akan melayangkan protes terkait aturan baru Federasi Badminton Dunia (BWF) untuk musim 2018-2021.

Seperti diketahui, BWF telah menerapkan dua dari tiga aturan baru antara lain mengenai perubahan service dan kuota minimal jumlah turnamen yang harus diikuti atlet dalam satu musim.

Isu perubahan regulasi bulutangkis oleh BWF sejatinya sudah menuai kecaman dari banyak pihak sejak mulai diterapkan di awal tahun 2018.

Khusus perubahan kuota minimal jumlah turnamen yang harus diikuti, PBSI menganggap BWF telah dengan sengaja memforsir atlet demi meraup pundi-pundi uang.

Pasalnya, kuota minimal 12 turnamen yang harus diikuti atlet dalam satu musim dinilai membuat atlet kelelahan dan rentan cedera. Apalagi, dari 12 turnamen tersebut belum termasuk turnamen besar seperti Kejuaraan Dunia, Asia, Kejuaraan Asia Beregu, Thomas, Uber serta Asian Games 2018.

"Jadi sebetulnya BWF ini aturannya ketat, tapi mau dibawa kemana? Istilahnya harus tampil dan tampil, kasian juga atletnya, tidak bisa di forsir seperti itu," kata Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Kabid Binpres) PBSI, Susy Susanti saat dihubungi wartawan, Jum'at (26/10/2018).

"Kalau terlalu diforsir lalu atletnya cedera kan yang rugi bukan cuma negara tapi juga badminton dunia," imbuhnya.

Sebagai bukti, tunggal putra legendaris Cina, Lin Dan mengakui bahwa kuota minimal 12 turnamen sangat memberatkan dirinya sebagai atlet senior.

Kelelahan pun mulai menghinggapi Lin Dan di beberapa turnamen terakhir jelang berakhirnya rangkaian BWF World Tour. Hal itu terlihat ketika mantan rival Taufik Hidayat itu tak mampu berbuat banyak dan sering kali kandas di babak pertama.

baca juga

Keluhan itu diutarakan Lin Dan usai tersingkir di babak kedua Denmark Open 2018 oleh wakil India, Kidambi Srikanth. Serta di laga pembuka Prancis Open 2018 menghadapi Kazumasa Sakai (Jepang).

"Benar jika BWF mengharuskan atlet memainkan lebih banyak turnamen, mereka memaksa kita terus tampil untuk mengumpulkan poin. Karena itu, terkadang kami tak bisa bermain dengan kualitas terbaik," ungkap Lin Dan seperti dilansir dari Badmintonplanet.

Susy mengatakan, PBSI selaku induk organisasi bulutangkis Indonesia harus melindungi atletnya dari bekapan cidera. Karena itu PBSI disebut Susy akan melakukan rapat besar demi mengumpulkan pendapat seluruh pemain, sebelum akhirnya mengajukan protes kepada BWF.

Menurutnya, hal itu dipandang perlu karena Olimpiade 2020 Tokyo sudah di depan mata. Jadi sudah sepatutnya ada revisi regulasi terkait kuota minimal turnamen agar kondisi fisik para atlet bisa lebih prima dan terjaga.

"Kita bukan cuma akan berdiskusi, tapi kita mau mendengar (pendapat) atlet (pelatnas PBSI) seperti apa (Terkait kuota minimal 12 turnamen). Nanti di akhir rapat besar kita mungkin akan bicarakan juga apakah bakal mengajukan keberatan secara tertulis (ke BWF), gitu kan," ujar Susy.

"Karena saat ini kita kan tengah melakukan persiapan menuju Olimpiade (2020 Tokyo). Kita berharap atlet kita bisa maksimal, kita menjaga betul agar mereka tidak cidera. Mungkin bukan cuma atlet kita saja, semua negara pun juga mengeluhkan hal yang sama," kata Susy.

Lebih lanjut, Susy menilai peraturan kuota minimal 12 turnamen lebih pas diterapkan pada atlet-atlet level junior. Selain membutuhkan banyak jam terbang, kondisi fisik mereka juga dinilai lebih mumpuni.

"Kalau untuk atlet muda, lebih banyak turnamen ya lebih bagus untuk menambah pengalaman dan kematangan. Kalau pemain muda mungkin dengan daya tahan dan kondisi fisik yang masih prima memungkinkan bisa," kata Susy.

"Jadi menurut saya sih kuota minimal turnamen itu 10 lah paling banyak," tukasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Ketum PBSI Fadil Imran Dorong Pengenalan Bulu Tangkis Sejak Dini, Apresiasi Festival SenengMinton

Ketum PBSI Fadil Imran Dorong Pengenalan Bulu Tangkis Sejak Dini, Apresiasi Festival SenengMinton

Sport | Senin, 19 Oktober 2026 | 09:19 WIB

Indonesia Borong 4 Medali di WJC Kairo, BNI Apresiasi Pembinaan Talenta Muda PBSI

Indonesia Borong 4 Medali di WJC Kairo, BNI Apresiasi Pembinaan Talenta Muda PBSI

Bisnis | Senin, 19 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Regenerasi Bulu Tangkis Makin Terlihat, BNI dan PBSI Dorong Lahirnya Generasi Juara

Regenerasi Bulu Tangkis Makin Terlihat, BNI dan PBSI Dorong Lahirnya Generasi Juara

Bisnis | Minggu, 11 Oktober 2026 | 17:42 WIB

6 Medali Asian Games 2026 Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia

6 Medali Asian Games 2026 Jadi Momentum Penguatan Pembinaan Bulu Tangkis Indonesia

Sport | Sabtu, 10 Oktober 2026 | 17:05 WIB

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Di Balik Emas Asian Games: Alarm Regenerasi Bulu Tangkis Kita

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 16:15 WIB

PBSI Apresiasi Festival SenengMinton 2026, Gali Potensi Bulu Tangkis Sejak Usia Dini

PBSI Apresiasi Festival SenengMinton 2026, Gali Potensi Bulu Tangkis Sejak Usia Dini

Sport | Kamis, 24 September 2026 | 20:05 WIB

Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan

Rilis PBSI dalam Skuad Asian Games 2026 Diwarnai Sebuah Kejutan

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 16:15 WIB

PBSI Bawa 20 Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026, Siapa Saja?

PBSI Bawa 20 Atlet Bulu Tangkis Indonesia di Asian Games 2026, Siapa Saja?

Your Say | Rabu, 02 September 2026 | 14:15 WIB

Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target

Jonatan Christie Kejar Poin di China Masters, Tiket World Tour Finals Jadi Target

Sport | Selasa, 01 September 2026 | 22:30 WIB

Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026

Terapkan Sistem Skor Baru BWF, UNS dan UII Berjaya di Campus League Badminton Semarang 2026

Sport | Minggu, 30 Agustus 2026 | 08:44 WIB

Terkini

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Olahraga Sambil Berburu Tiket Online Week 2026

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

37.000 Pelari JRF 2026 Dapat Perlindungan Asuransi dari Generali Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Dari Lokal ke Global, Kemenekraf Luncurkan Creative by Indonesia

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Usai KMP Batu Mandi Terbakar, BKI Telaah Aspek Teknis Kapal

Foto | Senin, 26 Oktober 2026 | 00:00 WIB

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Karhutla di Way Kambas Sulit Dipadamkan, Lahan Gambut dan Jarak Sumber Air Jadi Kendala

Lampung | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:42 WIB

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

Jusuf Kalla Ajak Dunia Utamakan Solidaritas Kemanusiaan Hadapi Bencana dan Perang

News | Minggu, 25 Oktober 2026 | 23:05 WIB

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Palembang Diguyur Hujan Usai Kemarau Panjang, BMKG Ungkap Peran OMC dan Dinamika Atmosfer

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:55 WIB

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

OJK Respon Isu Dirut MNC Dicekal Usai Keterangan Kontroversial Jusuf Hamka

Bisnis | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:35 WIB

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Napi Tewas di Lapas Muaradua, 4 Tersangka Ditetapkan, Petugas Jaga Ikut Diperiksa

Sumsel | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Liga Catur Nasional Segera Digulirkan, Percasi Bidik April 2027

Sport | Minggu, 25 Oktober 2026 | 22:05 WIB

×