Dapat Dukungan di Istora, Momota Optimistis Raih Gelar Indonesia Masters

Syaiful Rachman
Dapat Dukungan di Istora, Momota Optimistis Raih Gelar Indonesia Masters
Pebulu tangkis Jepang Kento Momota berusaha mengembalikan kok ke pebulu tangkis putra Indonesia Anthony Sinisuka Ginting pada pertandingan perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (25/1/2019). Antohy Ginting gagal melaju ke semifinal usai dikalahkan pebulu tangkis peringkat pertama dunia Kento Momota dengan skor 9-21 dan 10-21. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A

Momota akan menghadapi Anders Antonsen di final tungal putra Indonesia Masters 2019.

Suara.com - Atlet bulu tangkis tunggal putra Jepang Kento Momota optimistis merebut gelar juara turnamen Indonesia Masters 2019 karena mendapatkan dukungan dari para penonton di Stadion Istora Senayan, Jakarta, pada laga semifinal, pada Sabtu (26/1/2019).

"Semua lawan di sini adalah pemain-pemain bagus, tapi saya senang karena masuk putaran final. Saya mendapatkan dukungan tadi dan penonton yang memanggil-manggil nama saya," kata Momota selepas pertandingan di Istora, Sabtu.

Momota melaju ke putaran final turnamen tingkat Super 500 itu setelah menang atas tunggal putra Denmark Viktor Axelsen 21-15, 21-4 selama 30 menit permainan. Kemenangan itu menambah kedudukan Kento atas Viktor menjadi 10-1.

"Pertandingan gim kedua bukan berarti saya menang mudah. Saya diuntungkan karena angin di lapangan kencang," kata pemain peringkat satu dunia itu.

Momota mengaku tidak terlalu memperhatikan perbedaan turnamen Indonesia Masters dengan Indonesia Terbuka sebagai bagian dari rangkaian turnamen Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF).

Pebulutangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota, usai menaklukkan Hans-Kristian Solberg Vittinghus (Denmark) di babak kedua Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). [Suara.com/Arief Apriadi]
Pebulutangkis tunggal putra Jepang, Kento Momota, usai menaklukkan Hans-Kristian Solberg Vittinghus (Denmark) di babak kedua Indonesia Masters 2019 di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (24/1). [Suara.com/Arief Apriadi]

"Di Malaysia pekan lalu, saya bermain tidak bagus. Hasil hari ini menjadi motivasi bagi saya bermain lebih baik. Saya senang karena para penonton di sini memberi semangat bagi saya untuk menang. Saya berharap dapat mendapatkan dukungan dari para penton di sini, besok," kata pemain berusia 24 tahun itu.

Momota akan menghadapi tunggal putra lain Denmark Anders Antonsen pada laga final turnamen berhadiah total 350 ribu dolar AS itu pada Minggu (27/1/2019).

"Pertandingan saya dengan Antonsen selalu berlangsung ketat. Dia sedang dalam kondisi terbaiknya. Saya akan berusaha untuk tidak terserang dan terbawa pola permainannya," kata peraih gelar juara Indonesia Terbuka 2015 dan 2018 itu.

Terkait perebutan poin kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 pada April 2019, atlet Negeri Matahari Terbit itu mengaku berusaha mempertahankan posisinya sebagai peringkat satu dunia.

"Saya berusaha untuk menang pada setiap pertandingan dan tidak cedera karena itu adalah hal paling berbahaya bagi atlet," kata Momota seperti dimuat Antara.

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS