Mengenal Windy Cantika Aisah, Lifter Junior Pencetak Rekor Dunia

Ririn Indriani, Arief Apriadi

Senin, 08 April 2019 | 08:18 WIB
Mengenal Windy Cantika Aisah, Lifter Junior Pencetak Rekor Dunia
Windy Cantika Aisah, lifter junior pencetak rekor dunia. (Suara.com/Arief Apriadi)

Suara.com - Pelatnas angkat besi Indonesia mendapat amunisi baru di kelas 49 kilogram putri. Setelah kehilangan Sri Wahyuni Agustiani dan Acchedya Jaggadhita, PB PABBSI kini mengorbitkan lifter junior Windy Cantika Aisah.

Cantika, sapaan akrabnya, baru bergabung ke pelatnas angkat besi yang terletak di Mess Kwini, Jakarta Pusat, pada Februari 2019. Lifter berusia 16 tahun itu merupakan siswi kelas dua SMA di Pameungpeuk, Bandung.

"Saya datang ke sini (pelatnas angkat besi) tahun lalu, kemudian kembali ke daerah untuk ikut kejuaraan nasional di Bandung," ujar Windy Cantika Aisah di Mess Kwini, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

"Lalu saya kembali lagi ke pelatnas Februari tahun ini. Jadi kira-kira baru satu bulan lah bergabung dengan yang lain," sambungnya.

Meski belum lama bergabung, Windy Cantika Aisah sejatinya bukanlah wajah baru di pelatnas angkat besi. Pada gelaran Asian Games 2018, dirinya turut menjadi bagian skuat Merah Putih, walaupun akhirnya tak diturunkan.

Selain itu, prestasinya di level junior juga cukup baik. Windy Cantika Aisah menempati peringkat keempat di EGAT's Cup 2019 di Thailand, dengan catatan 71 kg snatch dan 90 kg clean and jerk.

Potensi Windy Cantika Aisah sebagai lifter masa depan semakin menjanjikan setelah pada tes progres atlet yang berlangsung di Mess Kwini, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019), dirinya mampu mencatatkan angkatan yang sangat impresif.

Windy Cantika Aisah membukukan angkatan total 177 kg, dengan rincian 79 kg snatch dan 98 kg clean and jerk. Meski hanya latihan, hasil itu membuatnya melampaui rekor dunia remaja yang sebelumnya tercatat 76 kg untuk snatch, 96 kg untuk clean and jerk, serta 172 kg angkatan total.

Capaian prestasi itulah yang membuat Windy Cantika Aisah digadang-gadang sebagai sosok ideal pengganti Sri Wahyuni. Selengkapnya, baca di halaman berikut.

baca juga

Calon Pengganti Sri Wahyuni
Kehadiran Windy Cantika Aisah di pelatnas angkat besi bukan tanpa alasan. Staf pelatih PB PABBSI menaruh harapan besar kepada Windy Cantika Aisah sebagai sosok ideal pengganti Sri Wahyuni.

Selepas Asian Games 2018, PB PABBSI seolah dipusingkan dengan sosok pengganti Sri Wahyuni Agustiani. Yuni --sapaan akrab Sri Wahyuni-- harus terdepak dari pelatnas lantaran kedapatan hamil setelah menjalani pernikahan pada Desember 2018.

PB PABBSI sempat menunjuk lifter putri Acchedya Jaggadhita sebagai calon pengganti Yuni. Namun, belum lama proses transisi berjalan, Dea --sapaan akrab Acchedya-- mendapat malapetaka.

Windy Cantika Aisah, lifter junior pencetak rekor dunia. (Suara.com/Arief Apriadi)
Windy Cantika Aisah, lifter junior pencetak rekor dunia. (Suara.com/Arief Apriadi)

Putri kandung dari eks pelatih angkat besi Supeni itu gagal menjalani tes doping yang dilakukan International Weightlifting Federation (IWF) pada Februari 2019. Akibatnya, eksistensinya di dunia angkat besi ditangguhkan untuk sementara waktu.

Wakil Ketua PB PABBSI, Djoko Pramono menaruh harapan besar di pundak Windy Cantika Aisah. Lifter kelahiran 11 Juni 2002 itu diharapkan jadi sosok yang tepat mengisi kekosongan kelas 49 kg putri.

"Cantika itu dia sudah cetak rekor dunia (angkatan snatch, clean and jerk dalam tes progres) di level junior. Itu dilakukannya dengan cara yang santai-santai saja," kata Djoko Pramono di Mess Kwini, Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (5/4/2019).

"Orang masih kecil tapi power-nya luar biasa. Nah, ini harapan-harapan saya adalah, untuk Sri Wahyuni pasti ada pelapis," sambungnya.

Bakat yang ditunjukkan Windy Cantika Aisah itu ternyata ada alasannya. Ingin tahu? Simak di halaman berikutnya. 

Putri Kandung Peraih Perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi 1988
Bakat yang ditunjukkan Windy Cantika Aisah nyatanya tak datang dari langit. Lifter 16 tahun itu merupakan anak kandung dari Siti Aisah, peraih medali perunggu Kejuaraan Dunia Angkat Besi 1998 yang berlangsung di Jakarta.

Windy Cantika Aisah mengaku kecintaannya pada olahraga angkat besi memang datang dari sang bunda. Sejak kecil dirinya sudah diajarkan teknik-teknik mengangkat beban berat.

"Mamah saya kan atlet juga. Dahulu saya sering ikut mamah tapi hanya diberikan latihan teknik saja, tidak dikasih angkat berat," kata Windy Cantika Aisah.

Windy Cantika Aisah menjelaskan jika mulai menekuni olahraga angkat besi sejak kelas lima Sekolah Dasar (SD). Namun, mulai terjun serius saat memasuki bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Prestasi yang ditorehkan sang ibu disebut Windy Cantika Aisah jadi salah satu faktor mengapa hingga kini terus menekuni olahraga yang sejatinya cukup jarang diminati kaum hawa itu. Motivasinya kini adalah mengikuti atau bahkan melampaui jejak Siti Aisah.

"Diarahkan sama Mama ke angkat besi. Karena Mama kan dahulu juara dunia (peraih perunggu Kejuaraan Dunia 1988--red) jadi dia bercerita soal pengalamannya dahulu bagaimana," tutur Cantika.

Selanjutnya, tentang Windy Cantika Aisah yang bakal diikutkan dalam Kejuaraan Asia Angkat Besi 2019 di Ningbo, China, di halaman berikutnya.

Langsung Turun di Kejuaraan Asia
Walaupun belum lama bergabung dengan pelatnas angkat besi Indonesia, Windy Cantika Aisah langsung diberikan misi besar kala namanya diikutsertakan di Kejuaraan Asia Angkat Besi 2019 di Ningbo, China, 18-28 April mendatang.

Pelatih kepala pelatnas angkat besi, Dirdja Wihardja mengatakan jika pihaknya sengaja mengikutsertakan Windy Cantika Aisah ke Kejuaraan Asia 2019.

Selain untuk melihat progres latihan, PB PABBSI disebut Dirdja ingin memberikan jam terbang lebih agar Windy Cantika Aisah bisa segera terbiasa dengan atmosfir pertandingan internasional.

"Yang jelas dia masih remaja. Kita beruntung dengan adanya Asian Games dia ikut pelatnas. Sekarang lagi mau metik buahnya, cuma belum matang. Kami mau lebih matang lagi ya butuh waktu," kata Dirdja tentang Windy Cantika Aisah.

Lebih lanjut Dirdja mengatakan bahwa kejuaraan yang akan diikuti Windy Cantika Aisah merupakan pengalaman berharga baginya. "Ya, kejuaraan ini jadi jam terbang dia. Dengan pernah mengikuti level tertinggi maka SEA Games 2019 sudah siap lah. Artinya modal itu ada. Itu kan proses, sekarang sudah lebih matang, jadi tak ada masalah lah," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kejuaraan Asia Jadi Debut Pelatih Baru Lifter Putri Indonesia, Siapa Dia?

Kejuaraan Asia Jadi Debut Pelatih Baru Lifter Putri Indonesia, Siapa Dia?

Sport | Sabtu, 06 April 2019 | 15:40 WIB

Eko Yuli Raih Medali Emas, Kemenpora: Prestasi Luar Biasa!

Eko Yuli Raih Medali Emas, Kemenpora: Prestasi Luar Biasa!

Sport | Minggu, 24 Februari 2019 | 14:13 WIB

Pecahkan Dua Rekor Dunia, Eko Yuli Sudah Pasti ke Olimpiade?

Pecahkan Dua Rekor Dunia, Eko Yuli Sudah Pasti ke Olimpiade?

Sport | Senin, 05 November 2018 | 19:19 WIB

Terkini

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

25 Tahun Konflik Agraria di Jambi Tak Selesai! BAM DPR Bakal Turun dan Investigasi

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:45 WIB

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

Genap 17 Tahun Otomatis Punya Rekening, Buat Apa?

News | Rabu, 09 September 2026 | 23:19 WIB

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Bukan Siang Hari, Ini Waktu Udara Palembang Paling Berbahaya Saat PM2.5 Tembus 600

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:30 WIB

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

Mendagri Apresiasi Gubernur Bobby Nasution Inisiasi Pertemuan Provinsi se-Sumatera Satukan Kekuatan

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:27 WIB

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Donal Husni Hilang Kontak Saat Liputan Krakatau, Ketua RT Ungkap Sosok dan Keseharian Sang Jurnalis

Banten | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Kabut Asap Kian Meluas, Kini Siswa Madrasah di Palembang Juga Belajar dari Rumah

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:17 WIB

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

5 Jurnalis Hilang Kontak Saat Liput Anak Krakatau, Pencarian Diperluas di Selat Sunda

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:15 WIB

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

Pekerja Perempuan Dominasi Perkebunan Sawit, Menteri PPPA Soroti Kesenjangan Upah

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:09 WIB

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

PTBA Dorong Budaya Inovasi Lewat BIGMIND Innovation Award 2026, Ubah Ide Jadi Dampak

Sumsel | Rabu, 09 September 2026 | 22:05 WIB

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

AHY Klarifikasi Maksud Pidato, Apa Respons Prabowo?

News | Rabu, 09 September 2026 | 22:01 WIB

×