Karakter Sirkuit Berbeda, Tim Mercedes Bisa Jiper Juga

RR Ukirsari Manggalani
Karakter Sirkuit Berbeda, Tim Mercedes Bisa Jiper Juga
Salut Gilles, tertulis di Sirkuit F1 Gilles Villeneuve. Sebuah cara dunia F1 mengenang driver mereka yang wafat di Sirkuit Zolder, Belgia [Shutterstock].

Kesuksesan tim Mercedes menuai poin di F1 musim 2019 sejauh ini membuat tim lain jadi jiper. Nyatanya, mereka juga bisa jiper.

Suara.com - Akhir pekan nanti, sirkus balap jet darat atau Formula One (F1) akan menjelajah Benua Amerika. Yup, tepatnya dalam gelaran F1 GP Kanada 2019. Dan tak dinyana, laga yang akan dilangsungkan di Sirkuit Gilles Villeneuve ini bisa menghadirkan kekhawatiran tersendiri bagi seorang pimpinan tim seperti Toto Wolff dari Mercedes.

Bos tim Mercedes F1, Toto Wolff (tengah), bersama kedua pebalapnya Valtteri Bottas (kiri) dan Lewis Hamilton. [AFP/Justin Tallis]
Bos tim Mercedes F1, Toto Wolff (tengah), bersama kedua pebalapnya Valtteri Bottas (kiri) dan Lewis Hamilton. [AFP/Justin Tallis]

Dikutip dari kantor berita Antara, di seri ketujuh dari rangkaian F1 musim 2019 ini, Toto Wolff menyebutkan bahwa kemenangan yang telah direbut oleh jet darat W10 Mercedes sebelum dilangsungkan F1 GP Kanada 2019 terjadi di sirkuit berkarakter tikungan cepat dan downforce tinggi. Termasuk seri F1 GP China dan Monako.

Sementara Sirkuit Gilles Villeneuve yang berada di Montreal memiliki tikungan lambat atau chicane.

"Kami mulai melihat dengan jelas kekuatan dan kelemahan tunggangan tim kami," papar Toto Wolff seperti dikutip kantor berita Antara dari Formula 1, Rabu (5/6/2019).

"Di enam balapan sebelumnya, kami sangat kuat di tikungan namun kehilangan banyak waktu di lintasan lurus. Sehingga GP Kanada akan menjadi tantangan sangat besar bagi kami, dengan karakteristik trek bisa menguntungkan lawan kami," imbuhnya.

Dalam balapan F1 GP Kanada nantinya, Toto Wolff menganggap bahwa Ferrari akan lebih unggul di lintasan lurus berkat power lebih melimpah. Dan secara statistik, di F1 GP Bahrain, Ferrari ternyata unggul setengah detik di setiap lintasan lurus dibandingkan Mercedes.

Berbincang soal power sendiri, Montreal, Kanada, di mana balap F1 dipentaskan pada seri ketujuh dari total hajatan F1 sebanyak 21 kali bisa dijadikan titik tolak pemasangan power unit atau pemasok tenaga. Pasalnya, aturan F1 tahun ini membolehkan tiap driver memakai tiga mesin tanpa dikenai penalti.

Bila tim Mercedes mengganti power unit dengan yang baru, maka timing akan tepat. seperti Honda mencobanya di F1 GP Baku, sementara Renault dan Ferrari menjajal di F1 GP Spanyol.

Komentar

Suara.Com

Dapatkan informasi terkini dan terbaru yang dikirimkan langsung ke Inbox anda

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS